QONITA, DIES IZAH (2025) Perbandingan Efektivitas Dry Needling dan Deep Friction Massage terhadap Tingkat Nyeri, Lingkup Gerak Sendi, dan Ukuran Trigger Point pada Myofascial Pain Syndrome = Comparison of the Effectiveness of Dry Needling and Deep Friction Massage on Pain Levels, Range of Motion, and Trigger Point Size in Myofascial Pain Syndrome. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
P062231012-hFfzdcnj0NDwMSq8-20250619140719.jpg
Download (316kB) | Preview
P062231012-1-2.pdf
Download (489kB)
P062231012-dp.pdf
Download (199kB)
P062231012-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 28 May 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Myofascial Pain Syndrome (MPS) adalah gangguan muskuloskeletal yang menyebabkan nyeri, kekakuan, dan keterbatasan mobilitas akibat adanya myofascial trigger points (MTrP). Dry Needling (DN) dan Deep Friction Massage (DFM) sering menjadi pilihan intervensi untuk MPS. Namun, masih sedikit penelitian yang secara langsung membandingkan kedua intervensi ini. Studi ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas DN dan DFM dalam menangani MPS, dengan evaluasi menggunakan Visual Analogue Scale (VAS), goniometer, serta pencitraan ultrasonografi muskuloskeletal untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat mengenai perubahan otot dan trigger point setelah intervensi. Metode: Sebanyak 36 partisipan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok DN dan kelompok DFM. Evaluasi dilakukan 5 menit sebelum dan 30 menit setelah perlakuan, mencakup tingkat nyeri menggunakan VAS, lingkup gerak sendi cervical dengan goniometer, serta ukuran trigger point menggunakan muscle USG. Hasil: Semua partisipan menyelesaikan seluruh tes. Untuk tingkat nyeri, kedua kelompok menunjukkan perubahan signifikan (p<0,05), tetapi kelompok DFM menunjukkan hasil yang lebih baik pada perubahan delta 31,81±7,6 dibandingkan dengan kelompok DN 18,19 ± 8,8. Lingkup gerak sendi juga menunjukkan hasil yang signifikan pada kedua kelompok (p<0,05), pada kelompok DFM memberikan dampak lebih baik pada gerakan fleksi, ekstensi, dan laterofleksi. Tidak terdapat perbedaan signifikan pada gerakan rotasi antara kedua kelompok. Pada ukuran trigger point, perubahan delta kelompok DN sebesar 0,38±0,5 dan kelompok DFM sebesar 0,35±0,3 menunjukkan bahwa perbedaan antara kedua kelompok tidak signifikan (p>0,05). Kesimpulan: Kedua perlakuan, baik DN maupun DFM efektif mengurangi rasa sakit dan meningkatkan ROM pada MPS, meskipun keduanya tidak mengubah ukuran MTrP secara signifikan. Jika dibandingkan, DFM memberikan hasil yang lebih baik dalam penurunan tingkat nyeri 30 menit pasca perlakuan dibandingkan dengan DN.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Dry Needling, Deep Friction Massage, Nyeri Leher, Myofascial Pain Syndrome, Trigger Point |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Ilmu Biomedik |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 13 Nov 2025 02:56 |
| Last Modified: | 13 Nov 2025 02:56 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50645 |
