KOLABORASI MULTIPIHAK PENGEMBANGAN SISTEM INTEGRASI SAPI-KELAPA SAWIT BERKELANJUTAN = MULTI-STAKEHOLDERS COLLABORATION FOR THE DEVELOPMENT OF SUSTAINABLE CATTLE-PALM OIL INTEGRATION SYSTEM


RAISA, DAEVA MUBARIKA (2025) KOLABORASI MULTIPIHAK PENGEMBANGAN SISTEM INTEGRASI SAPI-KELAPA SAWIT BERKELANJUTAN = MULTI-STAKEHOLDERS COLLABORATION FOR THE DEVELOPMENT OF SUSTAINABLE CATTLE-PALM OIL INTEGRATION SYSTEM. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
P013211020-GpkrUI8fZATl2OqR-20250624152657.jpg

Download (506kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
P013211020-1-2.pdf

Download (5MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
P013211020-dp.pdf

Download (605kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
P013211020-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 14 April 2027.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Keberlanjutan sistem integrasi sapi-kelapa sawit masih menjadi tantangan serius yang tidak dapat diabaikan. Ada implikasi yang perlu dipertimbangkan dalam hal faktor ekonomi, lingkungan, sosial, teknologi, dan kelembagaan. Jika sistem ini diharapkan berkelanjutan dalam jangka panjang tanpa dampak negatif baik terhadap lingkungan maupun kesejahteraan petani. Diperlukan konfigurasi sinergi multipihak untuk mendukung keberhasilan integrasi sapi-kelapa sawit, yang mengakui bahwa setiap pelaku memiliki peran dan memiliki potensi untuk mengoptimalkan peran tersebut. Tujuan. Penelitian ini menganalisis secara komprehensif kolaborasi multipihak fokus menganalisis gambaran karakteristik multipihak dalam menunjang pengembangan sistem integrasi sapi-kelapa sawit, menganalisis keberlanjutan pengembangan sistem integrasi sapi kelapa sawit, dan menganalisis konfigurasi sinergitas saling keterkaitan multipihak dalam pengembangan sistem integrasi sapi-kelapa sawit. Metode. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap. Pertama, Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif menggunakan kerangka instrument analisis stakeholder. Kedua, Analisis keberlanjutan pengembangan sistem integrasi sapi-kelapa sawit dilakukan dengan metode pendekatan Multidimensional Scalling (MDS) menggunakan alat analisis Rapfish dimodifikasi menjadi Rap-ISCOP. Beberapa dimensi yang dinilai relevan sebagai tolak ukur kinerja pencapaian tujuan pengembangan SISKA dalam penelitian yaitu dimensi ekologi, ekonomi, sosial, kelembagaan, dan teknologi. Ketiga, Studi ini menggunakan Interpretative Structural Modelling (ISM). Hasil. Pemetaan pemangku kepentingan dalam pengembangan sistem integrasi sapi-kelapa sawit menunjukkan bahwa keterlibatan berbagai pihak dengan kepentingan dan pengaruh yang bervariasi sangat penting untuk keberhasilan program. Pengelompokan pemangku kepentingan ke dalam empat kategori dalam merancang strategi komunikasi, kerja sama, dan koordinasi yang efektif. Sistem ini berpotensi memberikan manfaat signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan, keterlibatan, dan penyelesaian sengketa di antara produsen sapi, dan kelapa sawit. Keberlanjutan sistem integrasi ini masih berada pada tingkat "cukup berkelanjutan" dengan 15 atribut teridentifikasi sebagai faktor pengungkit yang sensitif terhadap perubahan nilai indeks keberlanjutan. Untuk meningkatkan performa, perlu adanya perhatian terhadap kinerja faktor-faktor ini, terutama yang menunjukkan kelemahan atau masih memiliki potensi untuk diperbaiki. Kendala utama dalam pelaksanaan sistem ini terletak pada aspek kelembagaan, termasuk kekurangan sumber daya manusia, manajemen yang kurang efektif, keterbatasan anggaran, dan kurangnya koordinasi antar lembaga. Kesimpulan. Pengembangan sistem integrasi sapi-kelapa sawit merupakan proses yang memerlukan pendekatan holistik dan sinergi multi-stakeholder yang berperan penting dalam keberhasilan sistem integrasi sapi-kelapa sawit. Keberhasilan sistem ini bergantung pada keseimbangan antara kepentingan berbagai pihak, keberlanjutan ekosistem, serta penguatan kelembagaan yang mendukung implementasi program secara efektif. Dengan perencanaan yang efektif, kolaborasi yang kuat, dan dukungan regulasi yang tepat, sistem ini dapat menjadi model pertanian berkelanjutan yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam jangka panjang.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Uncontrolled Keywords: analisis stakeholders, interpretative structural modelling, keberlanjutan siska, analisis rap-iscop
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Program Pascasarjana > Ilmu Pertanian
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 12 Nov 2025 06:44
Last Modified: 12 Nov 2025 06:44
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50603

Actions (login required)

View Item
View Item