RAMADHAN, RAMADHAN (2025) STUDI KESESUAIAN LAHAN UNTUK PEMELIHARAAN KEPITING BAKAU (Scylla Spp) DENGAN POLA SILVOFISHERY DI KAWASAN MANGROVE LANTEBUNG, KOTA MAKASSAR. = STUDY OF LAND SUITABILITY FOR MUD CRAB (Scylla Spp) MAINTENANCE WITH SILVOFISHERY PATTERN IN LANTEBUNG MANGROVE AREA, MAKASSAR CITY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
L011201035-Cover.jpg
Download (434kB) | Preview
L011201035-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (368kB)
L011201035-dp(FILEminimizer).pdf
Download (189kB)
L011201035-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 24 June 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Silvofishery merupakan metode budidaya kepiting bakau yang memadukan konservasi mangrove dengan pemanfaatan sumber daya hayati berkelanjutan, sehingga diharapkan dapat menyeimbangkan pelestarian alam dan pengembangan ekonomi masyarakat lokal, yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan, petani, dan petambak. Kawasan Mangrove Lantebung yang memiliki luas sekitar 25 hektar dengan jenis mangrove dominan Rhizophora sp. dan Avicennia sp., dapat menjadi habitat alami kepiting bakau dan sumber pendapatan masyarakat melalui perikanan dan ekowisata, sehingga penelitian ini penting untuk menentukan kelayakan pengembangan silvofishery di lokasi tersebut. Tujuan. Penelitian ini bertujuan Untuk menganalisis kesesuaian lahan hutan mangrove Lantebung sebagai lokasi pemeliharaan kepiting bakau (Scylla spp) berdasarkan parameter fisik – kimia air dan sedimen, serta kerapatan jenis mangrove. Untuk menganalisis dan menetapkan lokasi yang sesuai untuk pengembangan lahan pemeliharaan kepiting bakau dengan pola silvofishery. Metode. Penelitian ini dilaksanakan akhir bulan Juni – Agustus 2024 di Kawasan Mangrove Lantebung, dengan tahapan persiapan, penentuan titik stasiun, pengambilan data dan pengolahan data. Pengambilan data kerapatan manggrove menggunakan plot pengamatan 10 x 10 m² sebanyak 3 plot tiap stasiun dan pengukuran data kualitas air dengan metode in situ serta pengambilan sampel sedimen menggunakan sedimen corer selanjutnya di analisis. Hasil. nilai kesesuaian lahan Stasiun 1 dan 2 tergolong "cukup sesuai" (S2) dengan toal skor 42 dan 40. sementara Stasiun 3 tergolong "sangat sesuai" (S1) dengan skor 45 Kesimpulan. Kawasan Lantebung memiliki potensi yang baik untuk pemeliharaan kepiting bakau dengan pola silvofishery, meskipun terdapat variasi kondisi lingkungan antar stasiun.
Keyword : Mangrove; Kesesuaian Lahan; silvofishery; Scylla spp.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Mangroves; Land Suitability; silvofishery; Scylla spp. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Kelautan |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 10 Nov 2025 06:50 |
| Last Modified: | 10 Nov 2025 06:50 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50574 |
