ANALISIS TRANSFORMASI GELOMBANG MENGGUNAKAN REFRAKSI-SHOALING-FRIKSI (RSF) MODEL DAN BATTJES-JANSSEN MODEL (STUDI KASUS: PANTAI GALESONG, KABUPATEN TAKALAR) = "Wave Transformation Analysis Using the Refraction-Shoaling-Friction (RSF) Model and the Battjes-Janssen Model: A Case Study of Galesong Beach, Takalar Regency"


CAHYANI, REGITA (2025) ANALISIS TRANSFORMASI GELOMBANG MENGGUNAKAN REFRAKSI-SHOALING-FRIKSI (RSF) MODEL DAN BATTJES-JANSSEN MODEL (STUDI KASUS: PANTAI GALESONG, KABUPATEN TAKALAR) = "Wave Transformation Analysis Using the Refraction-Shoaling-Friction (RSF) Model and the Battjes-Janssen Model: A Case Study of Galesong Beach, Takalar Regency". Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
H061201020-Cover.jpg

Download (352kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
H061201020-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (642kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
H061201020-dp(FILEminimizer).pdf

Download (209kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
H061201020-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 4 June 2027.

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

Transformasi gelombang dari laut lepas menuju wilayah pesisir merupakan permasalahan penting dalam mitigasi risiko dan perencanaan wilayah pantai khususnya di Pantai Galesong Kabupaten Takalar, yang memiliki karakteristik batimetri kompleks dan rentan terhadap abrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi gelombang menggunakan dua pendekatan model, yaitu Refraksi-Shoaling-Friksi (RSF) Model dan Battjes-Janssen (B-J) Model, dengan fokus pada perubahan tinggi, periode, dan arah gelombang. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data angin dari NOAA, data batimetri dari BIG, serta penentuan fetch efektif, sudut datang gelombang, dan prediksi karakteristik gelombang menggunakan CEM. Transformasi gelombang dimodelkan secara numerik dengan menerapkan RSF dan B-J Model di tujuh lokasi sepanjang pantai Galesong. Analisis dilakukan terhadap tiga arah dominan angin: barat laut, barat, dan barat daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi gelombang signifikan di laut lepas berkisar antara 0,24 hingga 1,84 meter dengan periode 2,3 hingga 4,91 detik. RSF Model menunjukkan penurunan tinggi gelombang yang gradual dan stabil, sedangkan B-J Model memperlihatkan disipasi energi lebih cepat terutama dalam 300–600 meter pertama dari garis pantai. Arah datang gelombang juga mengalami perubahan akibat efek refraksi, dengan gelombang cenderung menjadi tegak lurus pantai saat mendekati daratan. Penelitian ini menunjukkan bahwa kedua model memiliki karakteristik dan keunggulan masing-masing: RSF unggul dalam pemodelan jangka panjang lintasan gelombang, sementara B-J lebih akurat dalam merepresentasikan proses pecahnya gelombang di zona surf. Integrasi kedua model memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap dinamika transformasi gelombang di pesisir Galesong.

Keyword : Transformasi Gelombang, Pantai Galesong, Model RSF, Model Battjes–Janssen, Refraksi, Shoaling, Disipasi Energi Gelombang.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Wave Transformation, Galesong Coast, RSF Model, Battjes–Janssen Model, Refraction, Shoaling, Wave Energy Dissipation.
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Geofisika
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 04 Nov 2025 07:05
Last Modified: 04 Nov 2025 07:05
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50472

Actions (login required)

View Item
View Item