HAMKA, MUHAMMAD RAIS (2025) KARAKTERISTIK GANGGUAN PENDENGARAN PADA ANAK DENGAN KETERLAMBATAN BICARA DAN BAHASA = CHARACTERISTICS OF HEARING DISORDERS IN CHILDREN WITH SPEECH AND LANGUAGE DELAY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C011181094-aJ6q3xWlKIBz0Gu5-20250701120033.jpg
Download (292kB) | Preview
C011181094-1-2.pdf
Download (402kB)
C011181094-dp.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (212kB)
C011181094-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 June 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK Latar Belakang : Gangguan pendengaran pada anak berdampak langsung terhadap keterlambatan bicara dan bahasa, yang memengaruhi perkembangan kognitif, sosial, dan emosional. Meskipun deteksi dini sangat krusial, kasus gangguan pendengaran sering tidak teridentifikasi sejak awal. Di Indonesia, prevalensi gangguan pendengaran pada anak tergolong tinggi, namun skrining pendengaran belum rutin dilakukan. Studi literatur ini penting untuk mengkaji karakteristik gangguan pendengaran pada anak dengan keterlambatan bicara dan bahasa guna mendorong peningkatan deteksi dan intervensi dini . Metode : Studi literatur ini ditulis dengan metode studi pustaka dengan mengambil data dan referensi berbagai jurnal ilmiah yang valid dalam 10 tahun terakhir (2015-2025) dan menggunakan bahasa Indonesia dan Ingris. Berdasarkan hasil studi pustaka, diperoleh 12 jurnal yang dimasukkan dalam studi inklusi untuk menyusun studi literature ini. Hasil dan Pembahasan : Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa gangguan pendengaran pada anak memiliki prevalensi bervariasi secara global, namun cenderung tinggi di negara berkembang seperti Indonesia. Jenis gangguan pendengaran yang dominan pada bayi baru lahir adalah sensorineural (SNHL), sedangkan untuk anak prasekolah gangguan pendengaran konduktif (CHL) lebih sering ditemukan. Derajat gangguan berkisar dari ringan hingga sangat berat, dan faktor risiko meliputi kondisi prenatal, perinatal, postnatal, serta kurangnya stimulasi verbal. Kesimpulan : Gangguan pendengaran merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap keterlambatan bicara pada anak, Jenis gangguan yang paling umum meliputi conductive hearing loss (CHL) dan sensorineural hearing loss (SNHL), dengan dampak yang signifikan bahkan pada gangguan ringan unilateral dan bilateral. Faktor risiko mencakup kondisi prenatal, perinatal, postnatal, serta rendahnya stimulasi verbal. Perbedaan dalam metode diagnostik dan alat ukur antar studi menegaskan perlunya standarisasi pemeriksaan serta penerapan skrining pendengaran sejak dini secara menyeluruh. Kata Kunci : Gangguan Pendengaran, Anak, Keterlambatan Bicara, Keterlambatan Bahasa.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci : Gangguan Pendengaran, Anak, Keterlambatan Bicara, Keterlambatan Bahasa. |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 04 Nov 2025 02:48 |
| Last Modified: | 04 Nov 2025 02:48 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50452 |
