JORIS, EDHO BIONDI (2025) Hubungan Faktor Risiko dan Pola Kuman Terhadap Luaran Pasien Hospital-acquired pneumonia di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo = The Correlation of Risk Factors and Microbiological Profile with The Outcomes of Hospital-acquired pneumonia Patients at Dr. Wahidin Sudirohusodo Hospital. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
C185202010-RimafBgkyunpdWqO-20250118161555.png
Download (218kB) | Preview
C185202010-1-2.pdf
Download (1MB)
C185202010-dp.pdf
Download (105kB)
C185202010-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 January 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Hospital-acquired pneumonia (HAP) adalah pneumonia yang terjadi 48 jam atau lebih setelah pasien masuki rumah sakit dan tidak dalam masa inkubasi saat masuk rumah sakit. HAP merupakan infeksi nosokomial yang paling umum dan dikaitkan dengan beban klinis dan ekonomi yang signifikan, seperti rawat inap jangka panjang, biaya pengobatan yang tinggi, serta peningkatan angka morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini menganalisis hubungan antara faktor risiko dan pola kuman terhadap luaran pasien HAP di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo. Metode: Penelitian ini merupakan studi cross sectional menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien HAP yang dirawat antara April 2022 hingga Maret 2024. Pasien yang memenuhi kriteria inklusi dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menganalisis hubungan faktor risiko dan pola kuman terhadap luaran pasien (lama rawat inap dan kematian). Hasil: Dari 308 pasien HAP, 257 memenuhi kriteria inklusi. Sebagian besar berusia 18–64 tahun (66,9%) dengan 151 laki-laki (58,8%) dan 106 perempuan (41,2%). Bakteri terbanyak adalah Acinetobacter baumannii (25,4%), Pseudomonas aeruginosa (13,2%), dan Klebsiella pneumoniae (11,2%). Faktor yang berhubungan dengan durasi rawat inap lebih panjang terdiri atas HAP onset lanjut, komorbid paru, komorbid non-paru, status gizi yang buruk, riwayat penggunaan antibiotik intravena, riwayat penggunaan obat lambung, dan riwayat operasi. Faktor yang berhubungan dengan kematian meliputi HAP onset lanjut, usia lanjut, komorbiditas (paru dan non-paru), status gizi buruk, penggunaan antibiotik sebelumnya, dan riwayat penggunaan selang nasogastrik (NGT). Acinetobacter baumannii memiliki hubungan signifikan dengan risiko kematian (OR = 3,5, p < 0,001). Pasien dengan bakteri multidrug-resistant organism (MDRO) dan bakteri Gram-negatif memiliki risiko lebih tinggi untuk durasi rawat inap yang lebih lama dan kematian. Kesimpulan: Acinetobacter baumannii adalah bakteri yang paling banyak ditemukan dan terkait dengan risiko kematian yang tinggi pada pasien HAP. Bakteri MDRO dan bakteri Gram-negatif pada pasien HAP memiliki risiko terhadap rawat inap yang lebih lama dan kematian. Faktor risiko seperti onset lanjut, usia, komorbiditas, status gizi buruk, serta riwayat penggunaan antibiotik dan obat-obatan lambung sebelumnya berpengaruh signifikan terhadap luaran pasien HAP.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hospital-acquired pneumonia, pola kuman, acinetobacter baumannii, faktor risiko HAP, luaran pasien HAP |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS - Pulmonologi |
| Depositing User: | - Nurhasnah |
| Date Deposited: | 03 Nov 2025 06:31 |
| Last Modified: | 03 Nov 2025 06:31 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50439 |
