OPTIMALISASI PERMUKAAN KARBON AKTIF DARI KULIT PISANG KEPOK (Musa Paradisiaca L.) MELALUI AKTIVASI H3PO4 UNTUK ADSORPSI ZAT WARNA ALIZARIN RED S = OPTIMALIZATION OF ACTIVE CARBON SURFACE FROM KEPOK CHICKEN LEATHER (Musa Paradisiaca L.) THROUGH H3PO4 ACTIVATION FOR ADSORPTION OF ALIZARIN RED S COLOR MATERIALS


KANIGIANI, KANIGIANI (2025) OPTIMALISASI PERMUKAAN KARBON AKTIF DARI KULIT PISANG KEPOK (Musa Paradisiaca L.) MELALUI AKTIVASI H3PO4 UNTUK ADSORPSI ZAT WARNA ALIZARIN RED S = OPTIMALIZATION OF ACTIVE CARBON SURFACE FROM KEPOK CHICKEN LEATHER (Musa Paradisiaca L.) THROUGH H3PO4 ACTIVATION FOR ADSORPTION OF ALIZARIN RED S COLOR MATERIALS. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
H031211080-Cover.jpg

Download (282kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
H031211080-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (976kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
H031211080-dp(FILEminimizer).pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
H031211080-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 19 May 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Salah satu industri yang mengalami kemajuan cukup signifikan adalah industri tekstil. Namun, sistem pengelolaan limbah industri tersebut kurang memadai, yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Zat warna merupakan bahan penting dalam industri yang jika dibuang ke perairan tanpa pengolahan dapat menurunkan kualitas air. Salah satu limbah zat warna tekstil sintetik yang kerap ditemukan ialah Alizarin Red S. Limbah zat warna tekstil sintetik dapat dihilangkan dengan berbagai metode, diantaranya adsorpsi dengan menggunakan karbon aktif. Tujuan. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan kemampuan adsorpsi karbon aktif dan karbon non aktivasi terhadap zat warna Alizarin Red S. Metode. Kulit pisang kepok dikarbonisasi pada suhu 300 ℃ selama 1 jam lalu diaktivasi dengan H3PO4. Proses aktivasi dilakukan dengan merendam karbon dalam larutan H₃PO₄ 1 M selama 24 jam. Studi pengaruh adsorpsi meliputi pengaruh massa, waktu, dan konsentrasi. Karakterisasi karbon aktif dilakukan dengan FTIR, SEM, dan SAA. Spektrofotometer UV-Vis digunakan untuk menentukan jumlah ARS yang diadsorpsi. Hasil. Karbon aktif lebih efisien dalam mengadsorpsi zat warna dibandingkan karbon non aktivasi. Kondisi optimum adsorpsi zat warna Alizarin Red S tercapai pada massa adsorben 0,4 g dan waktu kontak 100 menit. Model kinetika adsorpsi ARS mengikuti orde dua semu dengan nilai tetapan laju adsorpsi (k2) 0,318 g/mg.menit dan koefisien regresi relatif sebesar 0,970. Adsorpsi mengikuti isoterm Langmuir dengan kapasitas adsorpsi 3,085 mg/g. Hasil karakterisasi karbon dengan FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi O–H, C=C, C–H, dan C–O serta penambahan gugus fungsi baru yaitu P=O, P-O-C, dan P-OH akibat proses aktivasi. Hasil karakterisasi karbon menggunakan SEM menunjukkan bahwa karbon aktif memiliki permukaan berpori dengan pori yang teratur, sedangkan karbon non aktivasi memiliki pori-pori yang tidak teratur. Adapun bentuk permukaannya adalah kasar. Hasil karakterisasi SAA menunjukkan luas permukaan karbon aktif sebesar 29,18 m2/g dengan diameter pori 5,98 nm sedangkan, luas permukaan karbon non aktivasi adalah sebesar 16,45 m2/g dengan diameter pori 5,13 nm. Kesimpulan. Karbon aktif memiliki kemampuan adsorpsi yang baik dibandingkan karbon non aktivasi.

Kata kunci: adsorpsi; aktivasi; ARS; karbon aktif; kulit pisang kepok.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Adsorption; activation; ARS; activated carbon; kepok banana peel.
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions (Program Studi): Fakultas Matematika dan Ilmu Peng. Alam > Kimia
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 03 Nov 2025 05:44
Last Modified: 03 Nov 2025 05:44
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50408

Actions (login required)

View Item
View Item