MARDIN, LA ODE AHMAD (2025) PENGARUH PENDAMPINGAN KADER POSYANDU PADA IBU BADUTA TERHADAP ASUPAN DAN STATUS GIZI BADUTA DI KECAMATAN BATUI SELATAN, KABUPATEN LUWUK BANGGAI, PROVINSI SULAWESI TENGAH = THE EFFECT OF POSYANDU CADRE GUIDANCE ON MOTHERS OF TODDLERS ON THE NUTRITION INTAKE AND STATUS OF TODDLERS IN SOUTH BATUI DISTRICT, LUWUK BANGGAI DISTRICT, CENTRAL SULAWESI PROVINCE. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
K042231001-Cover.jpg
Download (387kB) | Preview
K042231001-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (545kB)
K042231001-dp(FILEminimizer).pdf
Download (273kB)
K042231001-fulllll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 10 June 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Kecamatan Batui Selatan menunjukkan bahwa sebagian besar kader hanya menerima materi tentang pengukuran antropometri sementara tugas kader tidak hanya sekedar pengukuran antropometri namun harus mampu memberikan pendampingan kepada ibu baduta. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai pengaruh pendampingan kader posyandu pada ibu baduta terhadap asupan dan status gizi baduta di Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pre-post-test control group. Ibu yang memiliki anak usia 6-24 bulan dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol (n =30 untuk setiap kelompok). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan di 6 desa, dengan 3 desa intervensi dan 3 desa kontrol di Kabupaten Luwuk Banggai. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji-t independen, dan uji-t berpasangan. Nilai-p < 0,05 dianggap signifikan secara statistik. Hasil: Terdapat peningkatan asupan gizi makro energi, karbohidrat, protein dan lemak. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan asupan energi dari 609.20 kkal menjadi 685.13 kkal dengan nilai p-value <0.024 (p<0.05). Rata-rata asupan karbohidrat dari 81.50 gr menjadi 82.62 gr dengan nilai p-value <0.551 (p>0.05). Rata-rata supan protein mengalami peningkatan yang ditunjukkan dengan asupan protein dari 10.20 gr menjadi 12.66 gr dan nilai p-value <0.002 (p< .05). Asupan lemak baduta intervensi juga mengalami peningkatan dari 32.13 gr menjadi 35.76 gr dengan nilai p value = 0.206 (p>0.05). Pada asupan zat gizi mikro rata-rata asupan zat besi (Fe) pada kelompok intervensi dari 7.34 mg menjadi 11.36 dengan p-value <0.001 (p < 0.05). Untuk rata-rata asupan seng (Zn) baduta pada kelompok intervensi mengalami peningkatan asupan seng (Zn) dari 3.28mg menjadi 4.08mg dengan nilai p-value 0.012 (p < 0.05). Rata-rata asupan yodium (I) baduta pada kelompok intervensi mengalami peningkatan asupan yodium dari 63.30 mcg menjadi 106.90 mcg dengan nilai p-value <0.001 (p < 0.05). Untuk kategori status gizi baduta hasil menunjukkan -0.83 dan -0.84 dengan nilai p- value = 0.993 (p > 0.05). Kategori PB/U (Z-Score) baduta pada kelompok intervensi menunjukkan nilai masing-masing sebesar -1.12 dan -1.78 dengan nilai p-value <0.001 (p<0.05). Rata-rata BB/PB (Z Score) baduta pada kelompok intervensi menunjukkan nilai masing-masing sebesar -0.50 dan -0.30 dengan nilai p-value 0.002 (p < 0.05). Kesimpulan: Pada variabel asupan zat gizi makro dan mikro pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah dilakukan pendampingan kader terlihat lebih baik daripada kelompok kontrol dan untuk variabel status gizi menunjukkan bahwa kelompok yang dilakukan pendampingan kader mengalami peningkatan status gizi baduta dibandingkan kelompok kontrol.
Keyword : Pendampingan Kader, Asupan Makan dan Status Gizi Baduta.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Cadre assistance, Dietary intake, Nutritional status of Children under two. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Ilmu Gizi |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 30 Oct 2025 02:20 |
| Last Modified: | 30 Oct 2025 02:20 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50353 |
