HUBUNGAN FREKUENSI KUNJUNGAN POSYANDU, KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR, DAN KERAGAMAN PANGAN DENGAN KEJADIAN WASTING PADA BALITA USIA 12-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASSI-KASSI KOTA MAKASSAR = THE ASSOCIATION BETWEEN FREQUENCY OF VISITS TO INTEGRATED HEALTH POSTS, COMPLETENESS OF BASIC IMMUNIZATIONS AND DIETARY DIVERSITY WITH THE INCIDENCE OF WASTING IN CHILDREN UNDER FIVE IN THE WORKING AREA OF KASSI-KASSI PUBLIC HEALTH CENTER MAKASSAR CITY


USMAN, ALFIRA YANTI (2025) HUBUNGAN FREKUENSI KUNJUNGAN POSYANDU, KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR, DAN KERAGAMAN PANGAN DENGAN KEJADIAN WASTING PADA BALITA USIA 12-59 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASSI-KASSI KOTA MAKASSAR = THE ASSOCIATION BETWEEN FREQUENCY OF VISITS TO INTEGRATED HEALTH POSTS, COMPLETENESS OF BASIC IMMUNIZATIONS AND DIETARY DIVERSITY WITH THE INCIDENCE OF WASTING IN CHILDREN UNDER FIVE IN THE WORKING AREA OF KASSI-KASSI PUBLIC HEALTH CENTER MAKASSAR CITY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
K021211078-Cover.jpg

Download (369kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
K021211078-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (311kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
K021211078-dp(FILEminimizer).pdf

Download (208kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
K021211078-fulll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 28 October 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang: Wasting pada balita merupakan masalah gizi akut yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara asupan gizi dan kebutuhan gizi serta dipengaruhi oleh penyakit infeksi. Faktor seperti rendahnya keragaman pangan dan kurangnya akses pelayanan kesehatan turut berkontribusi terhadap kejadian wasting. Tujuan: untuk menganalisis hubungan frekuensi kunjungan posyandu, kelengkapan imunisasi dasar, dan keragaman pangan dengan wasting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Kassi-Kassi, Kota Makassar. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross sectional yang dilakukan pada Februari–Maret 2025. Sampel berjumlah 327 balita yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri serta kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Fisher. Hasil: Prevalensi wasting sebesar 6,1%. Proporsi wasting lebih tinggi pada balita yang tidak aktif ke posyandu (8,6%) dibandingkan dengan yang aktif (5,8%), dan lebih tinggi pada yang tidak lengkap imunisasi (6,7%) dibandingkan dengan yang lengkap (5,3%). Wasting juga lebih banyak ditemukan pada balita dengan keragaman pangan rendah (13,7%) dibandingkan dengan yang tinggi (3%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa hanya keragaman pangan yang berhubungan signifikan dengan wasting (p < 0,001), sementara kunjungan posyandu (p = 0,460) dan kelengkapan imunisasi dasar (p = 0,594) tidak menunjukkan hubungan signifikan. Kesimpulan: Keragaman pangan berhubungan signifikan dengan wasting pada balita, sedangkan kunjungan posyandu dan kelengkapan imunisasi dasar tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Saran: Ibu diharapkan dapat meningkatkan keragaman pangan anak dan tetap aktif memanfaatkan layanan kesehatan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Keyword : Keragaman Pangan, Imunisasi Dasar, Posyandu, Wasting, Balita.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Dietary Diversity, Basic Immunization, Integrated Service Post, Wasting,
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Ilmu Gizi
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 30 Oct 2025 00:35
Last Modified: 30 Oct 2025 00:35
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50318

Actions (login required)

View Item
View Item