S, NURUL NABILA (2025) ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMSI GARAM BERYODIUM PADA RUMAH TANGGA DI KECAMATAN BANGKALA KABUPATEN JENEPONTO = ANALYSIS OF FACTORS INFLUENCING IODISED SALT CONSUMPTION IN HOUSEHOLDS IN BANGKALA DISTRICT, JENEPONTO REGENCY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
K021211077-Cover.jpg
Download (282kB) | Preview
K021211077-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (338kB)
K021211077-dp(FILEminimizer).pdf
Download (229kB)
K021211077-fulllll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 28 October 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang: Garam beryodium penting untuk mencegah Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY), namun konsumsi di Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto masih rendah. Konsumsi garam beryodium dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pengetahuan, pendidikan, paparan infromasi, tingkat pendapatan, harga, dan ketersediaan. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi garam beryodium pada rumah tangga di Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto. Metode: Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan Cross Sectional Study. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto pada Februari 2025. Populasi penelitian adalah seluruh ibu rumah tangga di wilayah penelitian, dengan sampel berjumlah 103 ibu rumah tangga yang dipilih secara proportional random sampling. Variabel yang diteliti meliputi konsumsi garam beryodium (dependen) dan pendidikan, pengetahuan, paparan informasi, harga garam, tingkat pendapatan, serta ketersediaan garam beryodium (independen). Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dan yodina test. Analisis data menggunakan uji chi-square dan fisher’s exact. Hasil: Mayoritas responden berusia 31-60 tahun (65%) dan sebagian besar berprofesi sebagai ibu rumah tangga (95,1%). Sebanyak 79 rumah tangga (76,7%) mengonsumsi garam beryodium, dan selebihnya mengonsumsi garam tidak beryodium. Sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan tinggi (56,3%), namun sebanyak 38,8% responden memiliki pengetahuan yang kurang. Sebagian besar responden (72,8%) menyatakan hanya kadang-kadang terpapar informasi mengenai garam beryodium, sebanyak 75,7% menilai bahwa harga garam tergolong murah, sementara 65% responden memiliki tingkat pendapatan yang rendah. Selain itu, sebanyak 78,6% responden menyatakan bahwa garam beryodium mudah diperoleh.Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pendidikan (p=0,002), pengetahuan (p=0,000), paparan informasi (p=0,000), harga garam (p=0,000), ketersediaan garam beryodium (p=0,000) dengan konsumsi garam beryodium p<0,05. Namun tidak ada hubungan antara tingkat pendapatan dengan konsumsi garam beryodium (p=0,497>0,05). Kesimpulan: Faktor yang mempengaruhi konsumsi garam beryodium di rumah tangga di Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto antara lain pendidikan, pengetahuan, paparan informasi, harga, dan ketersediaan garam. Perlu perhatian lebih terhadap faktor-faktor tersebut agar jumlah rumah tangga yang mengonsumsi garam beryodium dapat mencapai target yang diharapkan.
Keyword : Garam Beryodium, Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY), Yodina test.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Lodized Salt, Iodine Deficiency Disorders (IDD), Yodina test. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Ilmu Gizi |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 30 Oct 2025 00:27 |
| Last Modified: | 30 Oct 2025 00:27 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50310 |
