ADIB, ISNAWATI (2025) Hubungan Tingkat Pengetahuan Gizi, Penyakit Infeksi, dan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Wasting pada Balita di Puskesmas Jongaya = The Association of Maternal Nutiriton Knowledge, Infectious Diseases, and Environmental Sanitation with the Incidence of Wasting in Toddlers at Jongaya Health Center. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
K021211059-Cover.jpg
Download (845kB) | Preview
K021211059-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (1MB)
K021211059-dp(FILEminimizer).pdf
Download (636kB)
K021211059-fullll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 28 October 2027.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Wasting merupakan malnutrisi akut pada Balita usia 12–59 bulan akibat kebutuhan gizi tinggi yang belum terpenuhi. Faktor risikonya meliputi pengetahuan gizi ibu yang rendah, penyakit infeksi, dan sanitasi buruk. Puskesmas Jongaya mencatat prevalensi tertinggi di Makassar tahun 2023, yaitu 5,2%. Tujuan. Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan gizi ibu, riwayat penyakit infeksi, dan sanitasi lingkungan dengan kejadian wasting pada Balita usia 12–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jongaya. Metode. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan 340 Balita sebagai sampel, dipilih secara proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri (BB, PB/TB, dan LiLA) serta kuesioner tingkat pengetahuan gizi, riwayat penyakit infeksi, dan EHRA untuk sanitasi lingkungan. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square melalui SPSS. Hasil. Dari 340 balita yang diteliti, mayoritas berada pada kelompok usia 12–23 bulan (32,4%) dan berjenis kelamin laki-laki (57,1%). Kejadian wasting tercatat sebesar 8,5%, dengan 15,3% ibu memiliki pengetahuan gizi kurang, 32,9% Balita pernah mengalami penyakit infeksi, dan 17,4% tinggal di lingkungan dengan sanitasi tidak baik. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan gizi ibu dengan kejadian wasting (p = 0,000), namun tidak terdapat hubungan antara penyakit infeksi (p = 0,154) maupun sanitasi lingkungan (p = 0,620) dengan kejadian wasting. Kesimpulan. Balita dengan ibu yang memiliki tingkat pengetahuan gizi yang kurang cenderung mengalami kejadian wasting. Namun, tidak ditemukan hubungan antara riwayat penyakit infeksi maupun sanitasi lingkungan dengan kejadian wasting pada Balita. Saran. Pengetahuan gizi ibu berperan penting dalam pencegahan wasting. Diperlukan upaya edukasi gizi yang berkelanjutan untuk meningkatkan status gizi Balita.
Keyword : Wasting, Pengetahuan Gizi, Penyakit Infeksi, Sanitasi Lingkungan, Balita.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Wasting, Nutrition Knowledge, Infectious Diseases, Environmental Sanitation, Toddlers. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Ilmu Gizi |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 30 Oct 2025 00:12 |
| Last Modified: | 30 Oct 2025 00:12 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50299 |
