NURLIA, RISNA (2025) PENGARUH PEMBERDAYAAN IBU HAMIL KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) MELALUI TEMPE FORTIFIKASI TERHADAP BERAT BADAN LAHIR (BBL) DAN PANJANG BADAN LAHIR (PBL) SEBAGAI INDIKASI PENCEGAHAN STUNTING = . THE EFFECT OF EMPOWERING CHRONICALLY ENERGY DEFICIENT (CED) PREGNANT WOMEN THROUGH TEMPEH FORTIFICATION ON BIRTH WEIGHT (BW) AND BIRTH LENGTH (BL) AS AN INDICATION OF STUNTING PREVENTION. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
K013221032-Cover.jpg
Download (417kB) | Preview
K013221032-1-2(FILEminimizer).pdf
Download (898kB)
K013221032-dp(FILEminimizer).pdf
Download (256kB)
K013221032-fulllll(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 24 June 2027.
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK Risna Nurlia. PENGARUH PEMBERDAYAAN IBU HAMIL KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) MELALUI FORTIFIKASI TEMPE TERHADAP BERAT BADAN LAHIR (BBL) DAN PANJANG BADAN LAHIR (PBL) SEBAGAI INDIKASI PENCEGAHAN STUNTING. Dibimbing oleh Aminuddin Syam, Andi Zulkifli dan Andi Dirpan. Latar Belakang: Salah satu faktor risiko utama stunting adalah Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil. Tempe sebagai pangan lokal kaya protein memiliki potensi sebagai intervensi gizi, namun kandungan mikronutriennya, khususnya kalsium, masih terbatas. Fortifikasi tempe dengan tepung ikan teri yang tinggi kalsium dan protein diusulkan sebagai pangan fungsional berbasis kearifan lokal untuk memberdayakan ibu hamil KEK dalam upaya pencegahan stunting.Tujuan: Penelitian ini bertujuan pemberdayakan ibu hamil KEK melalui pelatihan pembuatan tempe fortifikasi dan intervensi konsumsi terhadap perubahan perilaku pencegahan stunting. Metode: Tahap I: Desain penelitian ekperimen, dengan uji hedonik formula tempe fortifikasi dilanjutkan dengan analisis proksimat dan uji masa simpan. Tahap II: studi kombinasi dengan desain explanatory sequential yang mencakup kuasi eksperimen one-shot case study dan eksplorasi kualitatif. Tahap III: kuasi eksperimen non-randomized pretest-posttest control group pada 53 ibu hamil KEK yang menerima intervensi konsumsi tempe fortifikasi atau tempe biasa selama dua trimester, dengan evaluasi antropometri bayi saat lahir. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa formula tempe fortifikasi terbaik dengan penambahan 5 gram ikan teri. Kandungan kalsium meningkat selama masa simpan, dan masa simpan 5 hari tidak terdeteksi bakteri patogen (E. coli, Salmonella sp). Intervensi meningkatkan pengetahuan (p=0,003), tindakan (p<0,001), dan keterampilan (p<0,001). Faktor keberhasilan mencakup dukungan eksternal, pembelajaran praktis, dan motivasi intrinsik, sedangkan kendala utama meliputi aspek teknis, lingkungan, dan persepsi pelatihan. Bayi dari kelompok tempe fortifikasi menunjukkan berat lahir lebih tinggi (2,99 kg vs 2,72kg) dan panjang lahir lebih besar (49,31 cm vs 47,17 cm) secara signifikan. Kesimpulan: Tempe fortifikasi 5 gram ikan teri dapat diterima secara sensoris, bergizi tinggi, dan berkontribusi positif terhadap perubahan perilaku ibu dan hasil kehamilan sebagai upaya pencegahan stunting. Kata Kunci: Ibu Hamil KEK, Tempe Fortifikasi, Pemberdayaan, Berat Badan Lahir, Panjang Badan Lahir.
Keyword : Ibu Hamil KEK, Tempe Fortifikasi, Pemberdayaan, Berat Badan Lahir, Panjang Badan Lahir.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ibu Hamil KEK, Tempe Fortifikasi, Pemberdayaan, Berat Badan Lahir, Panjang Badan Lahir. |
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Rasman |
| Date Deposited: | 28 Oct 2025 06:42 |
| Last Modified: | 28 Oct 2025 06:42 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/50211 |
