Analisis Spasial Kawasan Rawan Narkoba di Kota Makassar Tahun 2022 = Spatial Analysis of Drug-Prone Areas based on People and Place Characteristics in Makassar City in 2022


Rachmaudina, Aulia (2025) Analisis Spasial Kawasan Rawan Narkoba di Kota Makassar Tahun 2022 = Spatial Analysis of Drug-Prone Areas based on People and Place Characteristics in Makassar City in 2022. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
K011191163-Cover.jpg

Download (351kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
K011191163-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (358kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
K011191163-dp(FILEminimizer).pdf

Download (162kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
K011191163-full(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 6 January 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Sulawesi Selatan menempati urutan ke 11 provinsi dengan jumlah pengguna narkoba kelompok pernah pakai terbanyak pada tahun 2019. Pada tahun 2022, Polrestabes Makassar menempati urutan kedua di Provinsi Sulawesi Selatan untuk kasus penyalahgunaan narkoba terbanyak, dengan jumlah kasus sebanyak 71 orang. Laporan kategori tingkat kerawanan narkoba setiap kelurahan di Kota Makassar tahun 2022 menunjukkan bahwa terdapat 56 kelurahan yang berstatus waspada dan 97 kelurahan lainnya berstatus siaga kawasan rawan narkoba. Tujuan: Untuk mengetahui sebaran kawasan rawan narkoba berdasarkan indikator tingkat pendidikan, tingkat perceraian, kepadatan penduduk, jarak ke terminal, kawasan pesisir, dan permukiman kumuh di Kota Makassar Tahun 2022. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian epidemiologi deskriptif dengan ecological study yang menganalisis 153 kelurahan di Kota Makassar. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis spasial dan analisis statistik bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi tidak signifikan antara tingkat pendidikan rendah (sig 2-tailed: 0.202), tingginya angka perceraian (sig 2-tailed: 0.173), dan keberadaan kawasan kumuh (sig 2-tailed: 0.405) dengan tingkat kerawanan narkoba di suatu kawasan. Korelasi yang signifikan ditemukan pada variabel tingkat kepadatan penduduk (sig 2-tailed: 0.000). Kota Makassar memiliki 2 titik terminal serta 8 titik pelabuhan dan dermaga. Secara keseluruhan, dari 153 kelurahan di Kota Makassar terdapat 44 kelurahan yang berisiko rendah, 76 kelurahan yang berisiko sedang, dan 33 kelurahan yang berisiko tinggi. Terdapat 6 kelurahan berstatus siaga yang memiliki risiko tinggi dengan memenuhi seluruh indikator yang diteliti. Kesimpulan: Kawasan rawan narkoba berstatus siaga dan waspada tersebar pada 153 kelurahan di Kota Makassar dengan berbagai tingkatan risiko berdasarkan indikator tingkat pendidikan, kepadatan penduduk, keberadaan kawasan kumuh, serta terletak di sekitar area terminal dan pesisir. Upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) perlu digalakkan di kelurahan dengan risiko tinggi, baik yang berstatus waspada maupun siaga. Terdapat 6 kelurahan berstatus siaga yang memerlukan perhatian khusus karena berisiko tinggi dengan memenuhi seluruh indikator yang diteliti, yaitu Kelurahan Maricaya Baru di Kecamatan Makassar, Kelurahan Sambung Jawa di Kecamatan Mamajang, serta Kelurahan Bontorannu, Tamarunang, Mariso, dan Lette di Kecamatan Mariso.

Keyword : Narkoba; analisis spasial; kepadatan penduduk.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Drugs; spatial analysis; divorce rate; population density; slum area.
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 26 Sep 2025 05:18
Last Modified: 26 Sep 2025 05:18
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49867

Actions (login required)

View Item
View Item