ARIF, DZULFIQHI (2025) EVALUASI PERBANDINGAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI DAN IDENTIFIKASI DNA BARCODING LOBSTER AIR TAWAR (Cherax sp.) MENGGUNAKAN GEN 16S rRNA DI LOKASI BUDIDAYA SULAWESI SELATAN = EVALUATION OF COMPARATIVE MORPHOLOGICAL CHARACTERISTICS AND DNA BARCODING IDENTIFICATION OF FRESHWATER LOBSTER (Cherax sp.) USING 16S rRNA GENE IN SOUTH SULAWESI CULTIVATION SITES. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
L012231021-KHLBFuZDa9PsNzWC-20250515201132.png
Download (61kB) | Preview
L012231021-1-2.pdf
Download (292kB)
L012231021-dp.pdf
Download (153kB)
L012231021-fulklllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 May 2027.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang: Cherax sp. (lobster air tawar) merupakan salah satu krustasea yang memiliki nilai ekonomi tinggi dengan permintaan global yang terus meningkat. Meskipun budidaya lobster air tawar memiliki prospek bisnis yang menjanjikan, keberhasilannya masih terkendala oleh kompleksitas pemeliharaan seperti rendahnya tingkat kelangsungan hidup dan pertumbuhan yang lambat yang salah satunya disebabkan oleh kurangnya informasi mengenai indukan yang berkualitas secara genetik. Banyaknya spesies juga menyulitkan penentuan strategi pengelolaan. Oleh karena itu, identifikasi spesies Cherax di Sulawesi Selatan penting dilakukan untuk mendapatkan indukan unggul secara genetik dan mendukung keberhasilan budidaya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keragaman morfologi dan genetik lobster air tawar di Sulawesi Selatan melalui pengamatan morfologi dan identifikasi DNA barcoding menggunakan gen 16S rRNA. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksploratif dengan teknik purposive sampling dalam pengambilan sampel. Sampel diambil dari tiga wilayah di Sulawesi Selatan, yaitu Kabupaten Gowa, Soppeng, dan Maros, kemudian dianalisis secara morfologis dan molekuler. Analisis morfologi meliputi pengamatan bagian tubuh lobster air tawar secara langsung menggunakan petunjuk identifikasi meliputi pengamatan bentuk rostrum, capit, dan tekstur karapaks kemudian disajikan dalam bentuk deskriptif. Analisis molekuler meliputi analisis DNA barcoding dan konstruksi pohon filogenetik menggunakan metode Neighbor-Joining. Hasil: Hasil identifikasi menunjukkan bahwa semua sampel termasuk dalam spesies Cherax quadricarinatus. Analisis DNA menghasilkan fragmen sepanjang 385 pasangan basa dengan tingkat kecocokan hingga 100% terhadap data referensi di GenBank. Pemeriksaan morfologi spesimen dari tiga area berbeda semakin menguatkan keberadaan C. quadricarinatus dibedakan dari bentuk rostrum tajam dengan duri, karapas bertekstur halus berwarna biru kehijauan dengan bintik merah pada capit jantan, capit bagian dalam lebih panjang di banding capit bagian luar. Pohon filogenetik yang dibangun menggunakan metode Neighbor-Joining menunjukkan bahwa spesimen memiliki kekerabatan dekat dengan C. quadricarinatus yang terekam dalam GenBank. Selain itu, ditemukan variasi genetik antar populasi yang mencerminkan adaptasi lokal dan kemungkinan isolasi geografis. Kesimpulan: Penelitian menunjukkan bahwa C. quadricarinatus dari tiga lokasi budidaya di Sulawesi Selatan memiliki kemiripan genetik tinggi, begitupun dengan spesimen di GenBank. Ini mengindikasikan bahwa pertukaran indukan belum efektif dalam meningkatkan keragaman genetik, karena indukan yang berbeda lokasi kemungkinan berasal dari populasi yang sama. Penelitian ini menyediakan informasi mendalam mengenai keragaman spesies Cherax di Sulawesi Selatan, yang dapat digunakan sebagai dasar dalam pengelolaan dan optimalisasi budidaya lobster air tawar secara berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Keywords: Budidaya Lobster; Identifikasi Molekuler; Isolasi Geografis; Pembenihan |
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Perikanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 26 Sep 2025 00:41 |
| Last Modified: | 26 Sep 2025 00:41 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49816 |
