RIZAL, ZUL (2025) STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI PULAU SABANGKO KABUPATEN PANGKEP MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL-2 DAN APLIKASI MONMANG 2.0 = The structure of the mangrove community on sabangko island, pangkep district, using the sentinel-2 image and monmang 2.0 application. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
L011211086-3tOUJhydexvKwMCb-20250425142554.jpg
Download (60kB) | Preview
L011211086-1-2.pdf
Download (648kB)
L011211086-dp.pdf
Download (107kB)
L011211086-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 April 2027.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Mangrove adalah vegetasi tropis dan sub-tropis yang mampu bertahan dalam kondisi salinitas tinggi dan tanah berlumpur, melindungi garis pantai dari abrasi dan tsunami. Struktur komunitas mangrove mencakup jenis, jumlah tegakan, kepadatan, frekuensi, keragaman jenis, pola sebaran, dan nilai penting. Di Indonesia, luas mangrove mencapai 3.364.080 Ha, dengan Sulawesi Selatan memiliki 12.278 Ha. Pulau Sabangko di Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan, merupakan wilayah penting dengan vegetasi mangrove yang signifikan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur komunitas mangrove di Pulau Sabangko, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Metode. Metode yang digunakan meliputi pengolahan citra satelit Sentinel-2A dengan klasifikasi Unsupervised untuk memetakan distribusi mangrove dan perhitungan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) untuk mengestimasi kerapatan, serta aplikasi MonMang 2.0 untuk menganalisis struktur komunitas secara lebih detail. Penelitian Ini dilaksanakan pada bulan Agustus-Desember 2024. Hasil. Hasil pengolahan citra menghasilkan 4 kelas mangrove yang kemudian dilakukan pengambilan data pada setiap kelas-kelas mangrove tersebut. Dari Hasil pengambilan data menunjukkan empat jenis mangrove yaitu Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Ceriops tagal, dan Sonneratia alba. Rhizophora apiculata paling dominan dengan 141 tegakan. Sonneratia alba menempati urutan kedua, diikuti oleh Rhizophora mucronata dan Ceriops tagal. Kerapatan tertinggi ditemukan pada kelas mangrove 1 (1100 ind/ha) dan terendah pada kelas mangrove 2 (600 ind/ha). Kerapatan tertinggi termasuk kategori sedang dan kondisi baik, sedangkan terendah termasuk kategori jarang dan kondisi rusak. Rhizophora apiculata mendominasi komunitas mangrove dengan indeks nilai penting (INP) tertinggi (222.75) di kelas mangrove 1. Nilai Mangrove Health Index (MHI) di empat stasiun berkisar antara 48.94% hingga 56.33%. Kesimpulan. Kerapatan mangrove tertinggi ditemukan pada kelas mangrove 1, yang termasuk dalam kategori sedang dan kondisi baik, sedangkan kerapatan terendah pada kelas mangrove 2 termasuk kategori jarang dan kondisi rusak. Nilai Mangrove Health Index (MHI) di 4 kelas mangrove yang diperoleh menunjukkan kondisi mangrove pada Pulau Sabangko yang tergolong sedang.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Struktur komunitas mangrove, Pulau Sabangko, Sentinel-2A, MonMang 2.0, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Ceriops tagal, Sonneratia alba |
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Kelautan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 24 Sep 2025 07:20 |
| Last Modified: | 24 Sep 2025 07:20 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49804 |
