AKURASI VISUAL FUNCTION QUESTIONNAIRE SEBAGAI ALAT SKRINING DALAM MENILAI CEREBRAL VISUAL IMPAIRMENT = ACCURACY OF VISUAL FUNCTION QUESTIONNAIRE AS A SCREENING TOOL IN ASSESSING CEREBRAL VISUAL IMPAIRMENT


ZULKARNAIN, M. (2025) AKURASI VISUAL FUNCTION QUESTIONNAIRE SEBAGAI ALAT SKRINING DALAM MENILAI CEREBRAL VISUAL IMPAIRMENT = ACCURACY OF VISUAL FUNCTION QUESTIONNAIRE AS A SCREENING TOOL IN ASSESSING CEREBRAL VISUAL IMPAIRMENT. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
C025202007-Cover.jpg

Download (244kB) | Preview
[thumbnail of Bab1-2] Text (Bab1-2)
C025202007-1-2(FILEminimizer).pdf

Download (410kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
C025202007-pd(FILEminimizer).pdf

Download (325kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
C025202007-full(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only until 21 January 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang: Visual Function Questionnaire (VFQ) digunakan sebagai alat skrining untuk menilai Cerebral Visual Impairment (CVI), salah satu penyebab utama gangguan penglihatan pada anak-anak di negara berkembang. Fokus utama adalah sensitivitas, spesifisitas, dan relevansi komponen kuesioner terhadap populasi yang diteliti. Metode: Penelitian observasional dilakukan pada 60 pasien anak di RS Universitas Hasanuddin dan RS Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, dengan kriteria low vision atau CVI yang dikonfirmasi melalui MRI/CT scan. Data dikumpulkan melalui pengisian VFQ yang terdiri dari Parental Questionnaire for Cerebral Visual Impairment (PQCVI) dan L94, kemudian dianalisis menggunakan uji sensitivitas dan spesifisitas. Hasil: Rata-rata usia pasien adalah 3,51 tahun dengan distribusi jenis kelamin seimbang. Defisit neurologis yang umum meliputi cerebral palsy (20%), hidrosefalus (13,3%), dan epilepsi (8,33%), yang menunjukkan peran faktor neurologis dalam perkembangan CVI. Sensitivitas PQCVI tercatat 41,5% dan spesifisitas 42,10%, sementara L94 menunjukkan sensitivitas 58,5% dan spesifisitas 57,90%. Tidak ada perbedaan signifikan antara anak dengan CVI dan non-CVI dalam analisis gangguan dorsal dan ventral (p > 0,05). Kesimpulan: VFQ dapat membantu mendeteksi CVI, meskipun kurang signifikan pada kasus yang lebih kompleks. Deteksi dini dan pendekatan multidisiplin penting untuk diagnosis dan intervensi guna mengurangi dampak jangka panjang pada perkembangan visual dan kognitif anak.

Keyword : CVI, VFQ, PQCVI, L94, jalur dorsal dan ventral.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: CVI, VFQ, PQCVI, L94, dorsal and ventral pathways.
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit Mata
Depositing User: Rasman
Date Deposited: 23 Sep 2025 02:58
Last Modified: 23 Sep 2025 02:58
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49705

Actions (login required)

View Item
View Item