ANGGRAINI, DIAN (2025) HUBUNGAN ANTARA LINGKAR LENGAN ATAS, TEBAL LIPATAN KULIT DAN HANDGRIP TERHADAP KADAR HOMA-IR PADA SUBJEK DEWASA MUDA OBESITAS = THE RELATIONSHIP BETWEEN UPPER ARM CIRCUMFERENCE, SKINFOLD THICKNESS AND HANDGRIP ON HOMA-IR LEVELS IN OBESITY YOUNG ADULT SUBJECTS. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
C175202008-.jpg
Download (383kB) | Preview
C175202008-1-2.pdf
Download (1MB)
C175202008-dp.pdf
Download (482kB)
C175202008-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 26 September 2026.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Obesitas pada orang dewasa muda merupakan faktor risiko utama resistensi insulin dan penyakit metabolik. Metode: Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan pendekatan studi potong lintang yang melibatkan 194 responden dewasa muda (18-40 tahun) dengan 80 di antaranya mengalami obesitas pada mahasiswa Residen Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar. Pengukuran yang dilakukan meliputi Lingkar Lengan Atas Tengah (LILA), Tebal Lipatan Kulit (Skinfold Thickness/SFT) (bisep, trisep, subskapularis, dan suprailiaka), dan Kekuatan Genggaman Tangan. Resistensi insulin dinilai dengan menggunakan kadar HOMA-IR dari sampel darah puasa di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia dari bulan Juli hingga September 2024. Hasil: Lingkar Lengan Atas Tengah (MUAC) menunjukkan korelasi positif yang signifikan dengan HOMA-IR pada laki-laki dan perempuan, laki-laki (r = 0,278, p = 0,056) dan perempuan (r = 0,258, p = 0,153). Skinfold Thickness (SFT) menunjukkan korelasi positif (r = 0.048) dibandingkan dengan perempuan (r = -0.009), meskipun tidak mencapai signifikansi secara statistik (p = 0.748 untuk laki-laki, p = 0.962 untuk perempuan). Kekuatan Genggaman Tangan menunjukkan korelasi negatif moderat dengan HOMA-IR pada kedua jenis kelamin (r = -0.298 untuk laki-laki, r = 0.009 untuk perempuan), tetapi tidak signifikan secara statistik pada perempuan (p = 0.959) sedangkan pada laki-laki diperoleh hasil yang signifikan (p = 0.040). Kesimpulan: Hal ini menunjukkan bahwa Lingkar Lengan Atas Tengah (MUAC) mungkin merupakan indikator yang paling konsisten dan dapat diandalkan untuk resistensi insulin pada populasi ini. Temuan ini mengindikasikan bahwa pada pasien obesitas, semakin besar Lingkar Lengan Atas Tengah (MUAC), semakin tinggi tingkat resistensi insulin, tanpa memandang jenis kelamin.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penilaian Antropometri, Komposisi Tubuh, Resistensi Insulin (IR), Indikator Metabolik |
| Subjects: | R Medicine > R Medicine (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS - Ilmu Gizi Klinik |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 24 Dec 2025 02:29 |
| Last Modified: | 24 Dec 2025 02:29 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/49041 |
