MODEL PENGELOLAAN KONFLIK DI PASAR INPRES MANONDA PALU KECAMATAN PALU BARAT SULAWESI TENGAH

AEPU, SITI HAJAR N. (2013) MODEL PENGELOLAAN KONFLIK DI PASAR INPRES MANONDA PALU KECAMATAN PALU BARAT SULAWESI TENGAH. Thesis-S2 thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
sitihajarn-2177-1-13-st.ha-3 cover1.jpg

Download (241kB) | Preview
[thumbnail of bab 1-2] Text (bab 1-2)
sitihajarn-2177-1-13-st.ha-3 1-2.pdf

Download (367kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
sitihajarn-2177-1-13-st.ha-3 dapus.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of full text] Text (full text)
sitihajarn-2177-1-13-st.ha-3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Siti Hajar N. Aepu. Model Pengelolaan Konflik Di Pasar Inpres Manonda Palu
Kecamatan Palu Barat Sulawesi Tengah (dibimbing oleh H. Mahmud Tang dan Muh.
Basir Said).
Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab terjadinya konflik di pasar
inpres Manonda Palu, menganalisis model pengelolaan dan penyelesaian konflik
serta menganalisis respon etnis Kaili dan etnis Bugis dalam penyelesain konflik di
pasar inpres Manonda Palu.
Penelitian ini dilakukan di pasar inpres Manonda Palu kecamatan Palu Barat
Sulawesi Tengah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi,
wawancara, dan studi dokumen serta data dianalisis secara deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa konflik yang terjadi di pasar inpres
Manonda Palu ini disebabkan perebutan sumber daya, adanya kecemburuan sosial
etnis Kaili terhadap etnis Bugis karena melihat keberhasilan dalam penguasaan
pasar inpres Manonda ini, sementara etnis Kaili hanya sebagai pedagang tradisional
otomatis hasil yang didapatkan jauh lebih kecil, dan juga adanya stereotipestereotipe diantara kedua etnis ini, dimana ruang-ruang ekonomi lebih didominasi
oleh etnis Bugis olehnya etnis Kaili merasa terpinggirkan akibatnya terjadilah konflik
antar etnis di Kota Palu ini. Terdapat 4 (empat) model pengelolaan konflik serta
penyelesaian konflik yang dilakukan melalui musyawarah dipertemukan semua
tokoh agama, tokoh adat kedua etnis, tokoh masyarakat, pemerintah, kepolisian
mencari solusi yang tepat agar konflik selanjutnya tidak terjadi lagi sehingga
melahirkan surat perjanjian yang ditandatangani dan disepakati oleh kedua etnis
yang berkonflik. Adapun respon kedua etnis dalam penanganan konflik sangat
direspon positif oleh etnis Bugis maupun etnis Kaili dan menurutnya tidak adanya
gunanya berkonflik karena hanya merugikan saj

Item Type: Thesis (Thesis-S2)
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
Depositing User: - Nurhasnah
Date Deposited: 10 Nov 2021 02:37
Last Modified: 10 Nov 2021 02:37
URI: http://repository.unhas.ac.id/id/eprint/9808

Actions (login required)

View Item
View Item