MANFAAT JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIFOLIA) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS (LITERATURE REVIEW)


RHAMADANTI, ADINDA NUR (2021) MANFAAT JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIFOLIA) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS (LITERATURE REVIEW). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
J011181313_skripsi_01-10-2021 cover1.jpg

Download (245kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
J011181313_skripsi_01-10-2021 Bab 1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
J011181313_skripsi_01-10-2021 Dapus-lamp.pdf

Download (727kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
J011181313_skripsi_01-10-2021.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

MANFAAT JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS
Adinda Nur Rhamadanti1, Harlina2
1Mahasiswa S1 Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin
adindabiggeye@gmail.com1
Latar Belakang : Kandidiasis adalah salah satu penyakit infeksi yang bersifat akut atau subakut yang disebabkan oleh Candida albicans (C.albicans). Candida albicans merupakan jamur yang paling sering menyebabkan penyakit seperti infeksi mulut, infeksi saluran kemih, infeksi saluran cerna, dan infeksi kulit. Salah satu pengobatan sintetik pertama untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh C.albicans sudah dikembangkan secara luas yaitu ketokonazol yang termasuk golongan azol. Namun, penggunaan obat-obat anti jamur yang terbuat dari bahan kimia yang sering menimbulkan adanya efek samping yang serius. Jeruk nipis (Citrus aurantifolia s.) adalah salah satu tanaman toga yang banyak digunakan oleh masyarakat sebagai bumbu masakan dan obat-obatan. Jeruk nipis memiliki senyawa kimia yang bersifat antimikroba yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, fenol dan saponin yang dapat dijadikan sebagai obat herbal. Dilihat dari kandungan pada jeruk nipis tersebut, komponen sitrat lomonane terdapat dalam minyak atsiri memiliki efek antifungi yang cukup baik. Bahan alternatif sebagai antifungi khususnya terhadap C.albicans dengan efektifitas lebih baik, efek samping yang sedikit, harga lebih murah, aman dan alami, yaitu bahan herbal. Pengobatan pada penderita kandidiasis dengan menggunakan bahan kimia seperti obat-obatan selain menimbulkan efek samping, harganya juga lebih mahal. Hal tersebut membuat masyarakat berupaya mencari obat alternatif, terutama dari herbal salah satunya adalah jeruk nipis (Citrus aurantifolia) yang dapat menjadi obat terutama pada penderita kandidiasis.Tujuan: untuk mengkaji pemanfaatan jeruk nipis sebagai penghambat pertumbuhan Candida albicans. Metode: Desain penelitian ini adalah literature review, yang berasal dari jurnal penelitian online seperti: Pubmed, Google scholar, Elsevier (SCOPUS), JDMFS dan sumber relevan lainnya. Kriteria jurnal yang digunakan adalah lima tahun terakhir.Hasil: penelitian ini menunjukkan adanya zona hambat C.albicans pada air perasan jeruk nipis sebesar 25%, 75%, dan 100% serta pengaruh variasi konsentrasi perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap pertumbuhan C.albicans. Kesimpulan: manfaat jeruk nipis sebagai penghambat pertumbuhan C.albicans dapat disimpulkan bahwa adanya zona hambat C.albicans pada air perasan jeruk nipis sebesar 25%, 75%, dan 100% serta pengaruh variasi konsentrasi perasan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) terhadap pertumbuhan C.albicans.
Kata Kunci: Jeruk nipis, Candida albicans, Kandidiasis

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RK Dentistry
Depositing User: S.Sos Rasman -
Date Deposited: 09 Nov 2021 06:38
Last Modified: 09 Nov 2021 06:38
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/9630

Actions (login required)

View Item
View Item