KOMBINASI EKSTRAK BUAH MAJA (Aegle marmelos) DENGAN BIDURI (Calatropis gigantea) TERHADAP KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA PADA TANAMAN JAGUNG ORGANIK


SARMILA, SARMILA (2021) KOMBINASI EKSTRAK BUAH MAJA (Aegle marmelos) DENGAN BIDURI (Calatropis gigantea) TERHADAP KEANEKARAGAMAN ARTHROPODA PADA TANAMAN JAGUNG ORGANIK. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
G011171012_skripsi_01-10-2021 cover1.jpg

Download (229kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
G011171012_skripsi_01-10-2021 Bab 1-2.pdf

Download (984kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
G011171012_skripsi_01-10-2021 Dapus-lamp.pdf

Download (800kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
G011171012_skripsi_01-10-2021.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

SARMILA (G011171012) ”Kombinasi Ekstrak Buah Maja (Aegle marmelos) Dengan Biduri (Calatropis gigantea) Terhadap Keanekaragaman Arthropoda Pada Tanaman Jagung Organik” di bawah bimbingan Sylvia Sjam dan Sulaeha Thamrin
Keanekaragaman arthropoda memiliki peranan penting bagi kestabilan ekosistem, karena didalamnya mecakup hama, predator dan pengurai yang masing-masing mempunyai peran dalam ekosistem sawah. Untuk meningkatkan jenis dan populasi arthropoda dapat dilakukan dengan pemberian pestisida nabati salah satunya yaitu buah maja (Aegle marmelos) dan biduri (Calatropis gigantea). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian ekstrak buah maja (Aegle marmelos), ekstrak biduri (Calatropis gigantea) dan campuran antara ekstrak buah maja (Aegle marmelos) dan ekstrak biduri (Calatropis gigantea) terhadap keanekaragaman dan populasi arhtropoda di pertanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2020 – Januari 2021 berlokasi di Desa Purnakarya Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros dan di Laboratorium Ilmu Hama Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin. Penelitian dilaksanakan dengan bentuk rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu kontrol, ekstrak buah maja, ekstrak biduri, campuran ekstrak buah maja dan biduri yang diulang sebanyak 5 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kontrol merupakan perlakuan yang memiliki jumlah arthropoda yang bersifat hama terbanyak dan yang paling sedikit terdapat pada perlakuan pemberian Ekstrak Biduri. Ekstrak buah maja merupakan perlakuan yang memiliki jumlah arthropoda bersifat predator terbanyak. Nilai indeks keragaman tertinggi terdapat pada perlakuan kontrol yaitu sebesar 2.316 kemudian yang kedua terdapat pada perlakuan buah maja yaitu sebesar 2.289, kemudian yang ketiga terdapat pada perlakuan pemberian ekstrak biduri yaitu sebesar 2.234 dan yang terakhir teradapat pada perlakuan campuran antara ekstrak buah maja dan biduri yaitu sebesar 2.127, masing-masing perlakuan termasuk dalam kategori indeks keanekaragaman sedang.
Kata Kunci: Arthropoda, Ekstrak Buah Maja, Ekstrak Biduri Keanekaragaman

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Depositing User: S.Sos Rasman -
Date Deposited: 08 Nov 2021 06:24
Last Modified: 08 Nov 2021 06:24
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/9202

Actions (login required)

View Item
View Item