ANALISIS RISIKO DAN MODEL DINAMIS POLUSI BIOAEROSOL PADA RSUP.Dr.WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR

Wisudawan B, Owildan (2020) ANALISIS RISIKO DAN MODEL DINAMIS POLUSI BIOAEROSOL PADA RSUP.Dr.WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR. Disertasi-S3 thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
K013172001_disertasi_23-10-2020(FILEminimizer)_Hal_Judul1.jpg

Download (309kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1 dan 2] Text (Bab 1 dan 2)
K013172001_disertasi_23-10-2020(FILEminimizer)_1-2.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
K013172001_disertasi_23-10-2020(FILEminimizer)_Daftar Pustaka dan Lamp..pdf

Download (2MB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
K013172001_disertasi_23-10-2020(FILEminimizer).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Rumah Sakit merupakan tempat yang berpotensi menyebabkan HAIs ooleh paparan bioaerosol. Penelitian ini bertujuan untuk membangun skenario model dinamis dan analisis risiko polusi bioaerosol dalam ruangan ICU dan NICU RSUP.Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar terhadap potensi kejadian HAIs. Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan rancangan cross-sectional melalui pendekatan model dinamis dan penilaian risiko QMRA. Pengolahan dan analisis data menggunakan uji regresi linear, perhitungan risiko QMRA, dan membangun model dinamis dengan STELLA Versi 9.0.2. Hasil penelitian melaporkan bahwa model dinamis yang dibangun yaitu simulasi skenario 1 (skenario pelaksanaan pengelolaan sarana), skenario 2 (penegakan aturan kunjungan), dan skenario 3 (penggunaan HEPA Filter) dengan estimasi 120 jam dan 365 hari yang menghasilkan skenario 111 (simulasi tanpa intervensi) dan skenario 221, 331, 112, 222, dan 332 (dengan intervensi). Kepadatan rata-rata bioaerosol ruangan ICU yaitu 500 CFU/m3 dan ruangan NICU yaitu 350 CFU/m3 . Adanya kombinasi skenario membuat bioaerosol dalam ruangan ICU mengalami penurunan yang signifikan hingga 3 CFU/m3 dan ruangan NICU hingga 1 CFU/m3 . Analisis risiko bioaerosol melaporkan bahwa risiko HAIs pada ICU lebih tinggi dibandingkan NICU, dan populasi laki-laki lebih berisiko daripada perempuan, dimana ditemukan pada ICU bakteri Staphylococcus haemolyticus, Bacillus megaterium, Bacillus cereus/thuringirns/mycoides, Spingomonas paucimobilis, Acinetobacter baumannii, Geobacillus sterothermophilus, Staphylococcus gallinarum, Cronobacter sakazaki dan jamur Absidia spp. Sedangkan ruang NICU ditemukan bakteri Staphylococcus haemolyticus, Bacillus megaterium, Bacillus cereus/thuringirns/mycoides, Spingomonas paucimobilis, Acinetobacter Iwoffii, Kocuria rosea, Staphylococcus hominis, Staphylococcus aureus, Pseudomonas stutzeri dan Micrococcus luteus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa skenario 332 sangat efektif menurunkan bioaerosol. Upaya perbaikan kualitas lingkungan diperlukan untuk mengurangi polusi bioaerosol. 21/07/2020
Kata Kunci: Bioaerosol, ICU, NICU, QMRA, Skenario Model Dinamis

Item Type: Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi) (Disertasi-S3)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Depositing User: sri abubakar
Date Deposited: 10 Dec 2020 11:41
Last Modified: 10 Dec 2020 11:41
URI: http://repository.unhas.ac.id/id/eprint/831

Actions (login required)

View Item
View Item