KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DAN STATUS GIZI BALITA UMUR 24 – 59 BULAN DI KELURAHAN PANNAMPU KECAMATAN TALLO KOTA MAKASSAR TAHUN 2012

Perdana Kusuma, : Putra (2012) KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DAN STATUS GIZI BALITA UMUR 24 – 59 BULAN DI KELURAHAN PANNAMPU KECAMATAN TALLO KOTA MAKASSAR TAHUN 2012. Skripsi-S1 thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
putraperda-941-1-sampull-a COVER1.jpg

Download (262kB) | Preview
[thumbnail of Full text] Text (Full text)
putraperda-941-1-sampull-a.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (505kB)
[thumbnail of dapus] Text (dapus)
putraperda-941-1-sampull-a daftar pustaka.pdf

Download (304kB)

Abstract (Abstrak)

PUTRA PERDANA KUSUMA.
Ketahanan Pangan Rumah Tangga dan Status Gizi Balita Umur 24 – 59
bulan di Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar Tahun
2012.
(xiv + 85 halaman + 37 daftar pustaka + 10 lampiran)

Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah
tangga yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun
mutu, aman, merata dan terjangkau. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk
mengetahui ketahanan pangan rumah tangga dan status gizi balita di Kelurahan
Pannampu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar Tahun 2012.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang berlokasi di
Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Penelitian ini
dilaksanakan pada bulan April tahun 2012. Pengambilan sampel secara purposive
sampling yaitu seluruh rumah tangga yang memiliki anak balita umur 24 – 59
bulan sebanyak 91 keluarga.
Hasil penelitian dengan menggunakan Skor Diversifikasi Pangan (SDP)
menunjukkan bahwa sebanyak 40 rumah tangga (44%) yang tergolong tahan
pangan, dan 51 rumah tangga (56%) tergolong tidak tahan pangan. Sedangkan
menurut Pola Pangan Harapan (PPH), terdapat 17 rumah tangga (18,7%)
dikategorikan ideal dan 74 rumah tangga (81,3%) dikategorikan tidak ideal.
Status gizi balita berdasarkan Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB) ratarata balita berstatus gizi normal yakni sebanyak 81 balita (89%), 1 balita (1,1%)
berstatus gizi gemuk, 8 balita (8,8%) dikategorikan berstatus gizi kurus, dan 1
balita (1,1%) berstatus gizi sangat kurus.
Lebih banyak balita yang berstatus gizi kurus menurut indikator BB/TB
pada rumah tangga yang berstatus tidak tahan pangan berdasarkan status SDP
yaitu sebesar 11,8% dibandingkan dengan balita yang berada pada rumah tangga
yang tahan pangan sebesar 5%, dan masing – masing sebesar 2% berstatus gizi
kurus dan gemuk pada rumah tangga yang berstatus tidak tahan pangan sedangkan
menurut status PPH, terdapat 9,5% balita berstatus gizi kurus pada kondisi rumah
tangga yang tidak ideal dibandingkan pada rumah tangga dengan kondisi yang
ideal yaitu sebesar 5,9%, dan masing – masing sebesar 1,4% balita berstatus gizi
sangat kurus dan gemuk pada rumah tangga yang ideal.
Penelitian ini menunjukkan bahwa ketersediaan dan akses pangan
merupakan faktor tidak langsung yang dapat mempengaruhi status gizi balita.
Diperlukan adanya kerjasama lintas sektoral demi memperbaiki situasi kondisi
baik ketahanan pangan maupun status gizi di daerah penelitian ini.

Item Type: Thesis (Skripsi-S1)
Subjects: J Political Science > JA Political science (General)
Depositing User: Kamaluddin
Date Deposited: 25 Oct 2021 01:48
Last Modified: 25 Oct 2021 01:48
URI: http://repository.unhas.ac.id/id/eprint/8113

Actions (login required)

View Item
View Item