PENGARUH KONSUMSI KUE DARI MAKANAN FORMULA BERBASIS TEMPE FORTIFIKASI ZAT BESI TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA BALITA ANEMIA DEFISIENSI BESI


SALMIAH, SALMIAH (2007) PENGARUH KONSUMSI KUE DARI MAKANAN FORMULA BERBASIS TEMPE FORTIFIKASI ZAT BESI TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA BALITA ANEMIA DEFISIENSI BESI. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
salmiah-193-1-ps0219 COVER1.jpg

Download (262kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
salmiah-193-1-ps0219 1-2.pdf

Download (145kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
salmiah-193-1-ps0219 DAPUS-LAM.pdf

Download (35kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
salmiah-193-1-ps0219.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (321kB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK
SALMIAH. Pengaruh Konsumsi Kue dari Makanan Formula Berbasis Tempe Fortifikasi Zat Besi Terhadap Kadar Hemoglobin pada Balita Anemia Defisiensi Besi (dibimbing oleh Suryani A.Armyn dan Saifuddin Sirajuddin)
Penelitian ini dirancang melalui pendekatan intervensi pada komunitas dengan menggunakan desain quasi eksperimen pada PretestPostest Randomized control Desing. Subyek penelitian adalah balita yang berumur 2-5 tahun, diambil secara random dari populasi pada suatu wilayah yang memiliki karakteristik geografis dan sosial ekonomi yang relatif sama dan dipilih hanya anak yang mengalami anemia defisiensi besi kadar Hb <11 g/dl, yang dibagi menjadi 3 kelompok intervensi secara simple random sampling. Sebelum intervensi, dilakukan pengukuran kadar hemoglobin (Hb), berat badan (BB) dan tinggi badan (TB). Kelompok pertama (I) diberikan kue dari makanan formula berbasis tempe fortifikasi zat besi selama 6 kali seminggu, kelompok kedua (II) diberikan kue dari makanan formula berbasis tempe fortifikasi zat besi 3 kali seminggu dan kelompok ketiga (III) diberikan kue dari makanan formula berbasis tempe fortifikasi zat besi 1 kali seminggu. Setelah intervensi, diukur kembali kadar Hb, BB dan TB dengan indikator yang sama.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kadar Hb pada kelompok intervensi I (p=0,000) dan intervensi II (P=0,000), namun tidak bermakna pada kelompok intervensi III (p=0,086). Pada uji statistik lanjut untuk mengetahui kadar Hb sesudah perlakuan antar kelompok, ternyata antara kelompok intervensi I dan intervensi II didapatkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna (p=0,334). Sedangkan antara kelompok intervensi I dan intervensi III serta perbandingan antara kelompok intervensi II dan intervensi III didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan yang bermakna (masing-masing p=0,000 dan p=0,002). Untuk BB dan TB sesudah perlakuan meningkat tidak bermakna antar kelompok pada semua perlakuan (p>0,05).
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian kue berbasis makanan formula tempe fortifikasi zat besi selama 6 kali seminggu efektifitasnya tidak berbeda dengan pemberian 3 kali seminggu, namum efektifitasnya akan berbeda jika pemberian tersebut hanya 1 kali dalam seminggu terhadap peningkatan kadar Hb abak balita anemia defisiensi besi.

Item Type: Thesis (Thesis)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Depositing User: - Nurhasnah
Date Deposited: 01 Oct 2021 01:32
Last Modified: 01 Oct 2021 01:32
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/7126

Actions (login required)

View Item
View Item