AKULTURASI BUDAYA ETNIS TIONGHOA DENGAN ETNIS BUGIS DI KABUPATEN BONE (STUDI KASUS KOMUNIKASI ANTARBUDAYA)

JIERETNO, FIORENA (2021) AKULTURASI BUDAYA ETNIS TIONGHOA DENGAN ETNIS BUGIS DI KABUPATEN BONE (STUDI KASUS KOMUNIKASI ANTARBUDAYA). Skripsi-S1 thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
E021171504_skripsi cover1.png

Download (157kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
E021171504_skripsi 1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
E021171504_skripsi dp.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
E021171504_skripsi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

FIORENA JIERETNO. Akulturasi Budaya Etnis Tionghoa dengan Etnis Bugis di Kabupaten Bone (Studi Kasus Komunikasi Antarbudaya). (Dibimbing oleh Muh. Farid dan Das’ad Latif)
Tujuan penelitian ini adalah: (a) Untuk mendeskripsikan proses akulturasi budaya etnis Tionghoa dengan etnis Bugis di Kabupaten Bone; (b) Untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses akulturasi etnis Tionghoa dengan etnis Bugis di Kabupaten Bone.
Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Informan ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi partisipan dan wawancara mendalam.
Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa proses akulturasi yang dilakukan oleh etnis Tionghoa terhadap etnis Bugis di Kabupaten Bone dapat ditunjukkan melalui berbagai aspek, seperti; pemahaman dan penggunaan bahasa (Orang Tionghoa fasih berbahasa Bugis diikuti dengan aksen Bugis Bone yang melekat dan Orang Bugis menggunakan bahasa Mandarin untuk mengucapkan ucapan ‘Gong Xi Fat Cai’); pelaksanaan tradisi mendoakan para leluhur (Mabbacabaca); memperingati dan ikut berkontribusi pada perayaan hari besar; penemuan corak khas terhadap arsitektural bangunan-bangunan historis; adanya simbolsimbol kerajaan/dinasti yang masih dilakukan; penggunaan alat-alat ritual; budaya berkunjung atau silaturahmi antar etnis; dan kuliner. Adapun faktor yang memengaruhi proses akulturasi etnis Tionghoa dengan etnis Bugis di Kabupaten Bone terbagi menjadi faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung meliputi penerimaan dari etnis Bugis, sikap toleran yang tinggi, kerja sama ekonomi, rasa saling membutuhkan, kepercayaan, saling menghargai dan bersikap sopan, kawin-mawin dan kesamaan keyakinan, sistem pergaulan yang tidak diskriminatif, lingkungan hidup yang kondusif, sikap terbuka, ramah dan tulus, perasaan nyaman, merasa memiliki tanggung jawab bersama, cinta universal, tercipta kematangan emosi, kepribadian yang bersenyawa, kemiripan antara budaya, pengetahuan dan pemahaman tentang budaya pribumi serta pengakuan diri sebagai penduduk lokal. Sementara itu, faktor penghambat berasal dari lingkup eksternal seperti pengaruh media yang menonjolkan identitas keagamaan minoritas serta stereotip yang menggeneralisasikan seseorang hanya berdasar pada etnisnya saja.
Kata kunci: Akulturasi Budaya, Komunikasi Antarbudaya, Etnis Tionghoa, Etnis Bugis, Kabupaten Bone.

Item Type: Thesis (Skripsi-S1)
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications
Depositing User: S.Sos Rasman -
Date Deposited: 16 Sep 2021 01:11
Last Modified: 16 Sep 2021 01:11
URI: http://repository.unhas.ac.id/id/eprint/6449

Actions (login required)

View Item
View Item