KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL YANG MENGGUNAKAN BATU GUNUNG = (Characteristics of Asphalt Mixed Using Mountain Stone)


ESWAN, ESWAN (2021) KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL YANG MENGGUNAKAN BATU GUNUNG = (Characteristics of Asphalt Mixed Using Mountain Stone). Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover]
Preview
Image (Cover)
P0800316020_disertasi cover1.png

Download (97kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
P0800316020_disertasi 1-2.pdf

Download (460kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
P0800316020_disertasi dp.pdf

Download (26kB)
[thumbnail of Full Text] Text (Full Text)
P0800316020_disertasi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

ESWAN. Karakteristik Campuran Aspal yang Menggunakan Batu Gunung (dibimbing oleh Sakti Adji Adisasmita, M. Isran Ramli dan Syafruddin Rauf).
Pembangunan konstruksi perkerasan jalan pada umumnya menggunakan bahan standar yang berasal dari bahan alam seperti batu dan pasir. Namun demikian, tidak semua daerah memiliki cadangan bahan yang mencukupi untuk digunakan sebagai bahan perkerasan atau mutu bahan yang ada di bawah standar (substandard). Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dilakukan rekayasa teknis dalam pemanfaatan bahan sehingga bahan lokal yang substandard atau bahan buangan industri (waste materials) dapat dioptimalisasikan penggunaannya untuk perkerasan jalan, khususnya campuran beraspal. Sebagai material utama dalam perkerasan jalan, agregat mempunyai peranan yang sangat penting, dimana agregat menempati proporsi terbesar dalam campuran yang umumnya berkisar antara 75% - 85% dari volume total campuran. Salah satu daerah yang kekurangan agregat adalah Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan nilai modulus kekakuan campuran AC-WC dengan menggunakan agregat lokal Provinsi Kalimantan Timur dan aspal minyak pen. 60/70 sebagai bahan pengikat akibat rendaman air. Penelitian ini berbentuk eksperimen di laboratorium. Variabel penelitian adalah benda uji tanpa perendaman air dan dengan perendaman air selama 3, 5 dan 7 hari. Didapatkan kadar aspal optimum pada 6,10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perendaman 3 hari, nilai modulus resilien yang didapatkan pada kadar aspal 4,5, 5,0, 5,5, 6,0 dan 6,5% adalah masing-masing sebesar 421,0 MPa, 506,0 MPa, 872,5 MPa, 747,0 MPa dan 648,5 MPa. Pada perendaman 5 hari, nilai modulus resilien yang didapatkan adalah masing-masing sebesar 383,5 MPa, 386,0 MPa, 915,5 MPa, 561,0 MPa dan 555,5 MPa. Sedangkan pada benda uji dengan perendaman 7 hari, nilai modulus kekakuan yang dihasilkan adalah masing-masing sebesar 290,5 MPa, 425,5 MPa, 1369,0 MPa, 547,5 MPa dan 525,0 MPa.
Kata kunci : Campuran aspal, Agregat sub standar, Modulus kekakuan, Senoni

Item Type: Thesis (Disertasi)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Depositing User: S.Sos Rasman -
Date Deposited: 06 Sep 2021 03:01
Last Modified: 06 Sep 2021 03:01
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/6199

Actions (login required)

View Item
View Item