BESTARI, APRILIANTI DEWI (2026) EFEKTIVITAS LAJU FILTRASI DAN PENYERAPAN NUTRIEN OLEH KERANG KEPAH (Polymesoda erosa) DAN RUMPUT LAUT (Gracilaria changii) TERHADAP LIMBAH SISA PAKAN PADA BUDIDAYA IKAN NILA SALIN (Oreochromis niloticus) = EFFECTIVENESS OF FILTRATION RATE AND NUTRIENT ABSORPTION BY CLAMS (Polymesoda erosa) AND SEAWEEDS (Gracilaria changii) ON FEED LEFTOVER WASTE IN SALIN NILE FISH (Oreochromis niloticus) CULTIVATION. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
L012242019-gkbs3XYRBKpTQ1lP-20260813120156.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Budidaya intensif ikan nila (Oreochromis niloticus) sering kali mengakibatkan penumpukan limbah organik dan anorganik yang menurunkan kualitas air dan menghambat pertumbuhan organisme yang dibudidayakan. Memanfaatkan organisme pendukung yang mampu mengubah limbah menjadi biomassa bernilai ekonomi, pendekatan Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA) menawarkan solusi berkelanjutan. Namun, tidak ada data yang cukup tentang seberapa efektif kombinasi kerang kepah (Polymesoda erosa) dan rumput laut (Gracilaria changii) dalam sistem IMTA berbasis nila salin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi berbagai faktor dalam sistem IMTA, termasuk laju filtrasi kerang kepah, penyerapan nutrien oleh rumput laut, kualitas air, dan pertumbuhan organisme budidaya. Studi ini dilakukan di Laboratorium Multitrofik Luar Ruangan Universitas Hasanuddin dari Desember 2025 hingga Februari 2026, menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan: kontrol (P0), ikan + kerang kepah (P1), ikan + rumput laut (P2), dan ikan + kerang kepah + rumput laut (P3). Sistem resirkulasi digunakan untuk melakukan pemeliharaan selama 44 hari. Laju filtrasi, penyerapan amonia (NH3), nitrat (NO3), fosfat (PO4), pertumbuhan, kelangsungan hidup, dan kualitas air adalah beberapa parameter yang diamati. One-Way ANOVA dan Tukey HSD digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan dengan kontrol, perlakuan yang mengandung rumput laut lebih efektif menekan akumulasi amonia, nitrat, dan fosfat. Perlakuan P3 menghasilkan konsentrasi fosfat dan nitrat terendah, sedangkan P2 Menekan amonia paling efektif. Perlakuan P3 juga menghasilkan pertumbuhan rumput laut tertinggi. Analisis One-Way ANOVA menunjukkan bahwa perbedaan pertumbuhan panjang ikan antarperlakuan tidak signifikan (p > 0,05). Selama penelitian, kualitas air tetap berada dalam rentang yang mendukung budidaya, dengan pH 5,38 8,22, suhu 27,75–30,35 °C, dan salinitas 23,07–25,05 ppt. Penemuan baru dalam penelitian ini adalah integrasi organisme ekstraktif kerang kepah dan Gracilaria changii dalam sistem IMTA berbasis nila salin. Sistem ini dievaluasi menggunakan pendekatan statistik longitudinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan rumput laut meningkatkan efisiensi pemanfaatan nutrien dan pertumbuhan ikan, dan kombinasi kerang kepah dan rumput laut membantu menjaga stabilitas kualitas air. Sistem IMTA dapat menjadi model budidaya yang lebih produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Biofiltrasi nutrien; Organisme ekstraktif; Filter feeder; Efisiensi serapan nitrogen; Kualitas lingkungan perairan; Sistem resirkulasi akuakultur |
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Perikanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 06 Nov 2026 01:25 |
| Last Modified: | 06 Nov 2026 01:25 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/61306 |
