Keanekaragaman dan kelimpahan makrozoobentos sebagai bioindikator kualitas air di desa mattiro maji, Pulau saugi, Kecamatan liukang tupabbiring utara, Kabupaten pangkajene dan kepulauan = Diversity and abundance of macrozoobenthos as bioindicators of water quality in mattiro baji village, saugi island, liukang tupabbiring utara district, pangkajene and islands regency


TIMANG, REGINA ELSHADDAI (2026) Keanekaragaman dan kelimpahan makrozoobentos sebagai bioindikator kualitas air di desa mattiro maji, Pulau saugi, Kecamatan liukang tupabbiring utara, Kabupaten pangkajene dan kepulauan = Diversity and abundance of macrozoobenthos as bioindicators of water quality in mattiro baji village, saugi island, liukang tupabbiring utara district, pangkajene and islands regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of L011211048-BbNjFVRoW0vxc5IZ-20260813160536.pdf] Text
L011211048-BbNjFVRoW0vxc5IZ-20260813160536.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

REGINA ELSHADDAI TIMANG. Keanekaragaman dan kelimpahan makrozoobentos sebagai bioindikator kualitas air di desa mattiro maji, Pulau saugi, Kecamatan liukang tupabbiring utara, Kabupaten pangkajene dan kepulauan. Latar belakang makrozoobentos adalah organisme bentik yang memberikan respons sensitif terhadap perubahan lingkungan sehingga menjadi bioindikator yang andal untuk menilai kualitas perairan, namun data mengenai kondisinya di Pulau Saugi masih sangat terbatas. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan indeks ekologi makrozoobentos, mengukur karakteristik morfometrik dan biomassa, serta menentukan hubungan antara parameter fisika-kimia perairan dan karakteristik sedimen dengan struktur komunitas makrozoobentos di Desa Mattiro Baji, Pulau Saugi, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Metode pengambilan sampel dilakukan pada tiga stasiun dengan karakteristik habitat yang berbeda menggunakan transek kuadrat 1×1 m². Parameter yang diamati meliputi indeks kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dominansi, morfometrik organisme, biomassa, serta parameter lingkungan seperti suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut, dan karakteristik sedimen yang dianalisis menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Hasil terdapat variasi yang jelas dalam komposisi komunitas makrozoobentos antarstasiun. Stasiun 1 mencatat biomassa dan keanekaragaman tertinggi (H'=1,75) yang didominasi oleh Cypraea vitellus, sedangkan Stasiun 2 mengalami tekanan fisik-kimia dengan kadar oksigen terlarut terendah (2,7–3,1 mg/L). Stasiun 3 mencatatkan dominansi tertinggi (C=0,7) dengan keanekaragaman terendah (H'=0,52–0,68) akibat akumulasi limbah organik. Analisis PCA menjelaskan 74,87% total variasi data. Kesimpulan makrozoobentos terbukti efektif sebagai bioindikator kualitas perairan di Pulau Saugi, dengan temuan ini memberikan data dasar penting bagi pemantauan lingkungan dan pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: bentos intertidal; indeks Shannon-Wiener; substrat dasar; analisis komponen utama; pesisir Pangkep
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Perikanan
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 04 Nov 2026 00:01
Last Modified: 04 Nov 2026 00:01
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60993

Actions (login required)

View Item
View Item