PENGARUH PEMANASAN AWAL (PREHEATING) TERHADAP KUALITAS PENGELASAN TITIK DISSIMILAR MILD STEEL DAN STAINLESS STEEL 304 = THE EFFECT OF PREHEATING ON THE QUALITY OF DISSIMILAR SPOT WELDING OF MILD STEEL AND 304 STAINLESS STEEL


PASAU, KRISTIANA (2026) PENGARUH PEMANASAN AWAL (PREHEATING) TERHADAP KUALITAS PENGELASAN TITIK DISSIMILAR MILD STEEL DAN STAINLESS STEEL 304 = THE EFFECT OF PREHEATING ON THE QUALITY OF DISSIMILAR SPOT WELDING OF MILD STEEL AND 304 STAINLESS STEEL. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of D043211006-fullllll.pdf] Text
D043211006-fullllll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (10MB)

Abstract (Abstrak)

Pengelasan resistance spot welding dissimilar (pengelasan logam berbeda) adalah proses pengelasan yang menggabungkan dua jenis logam yang berbeda dalam komposisi kimia, sifat fisik, dan karakteristik lainnya. Pengelasan dissimilar sering kali menimbulkan tantangan khusus karena perbedaan dalam sifat termal, ekspansi, dan reaksi kimia antara logam-logam yang disambungkan. Penelitian ini mengevaluasi perlakuan plat mild steel dan stainless steel AISI 304 dengan perlakuan pemanasan awal (preheat) dan perlakuan plat baja lunak mild steel tanpa perlakuan khusus dan plat stainless steel AISI 304 dengan perlakuan pemanasan awal (preheat). terhadap kekuatan tarik, regangan, dan kekerasan material. Variasi suhu Preheat yang digunakan adalah 100°C , 120°C, 150°C, 180°C dan 220°C. Perlakuan Preheat pada pengelasan spot welding mild steel dan stainless steel AISI 304 berpengaruh signifikan terhadap kekuatan tarik, regangan, dan kekerasan material, dengan suhu optimal berada pada rentang 120°C hingga 150°C. Preheat yang terlalu tinggi (180°C–220°C) dapat menurunkan kekerasan akibat overtempering, sehingga berpotensi melemahkan performa mekanik sambungan las. Preheat pada suhu 150°C merupakan pilihan optimal untuk pengelasan spot welding antara mild steel dan stainless steel karena meningkatkan difusi kromium (Cr) dan nikel (Ni) tanpa menyebabkan oksidasi berlebihan atau kerapuhan sambungan. Suhu ini juga membantu mengurangi retakan dan tegangan termal, sementara pembentukan oksida serta intermetallic compound (IMC) tetap terkendali dibandingkan suhu yang lebih tinggi.Selain itu, hasil pengelasan spot welding antara mild steel tanpa perlakuan khusus dan stainless steel AISI 304 dengan perlakuan Preheat menunjukkan bahwa suhu Preheat yang lebih tinggi, khususnya pada 180°C, meningkatkan kekuatan tarik, regangan, dan kekerasan pada daerah las dan HAZ, namun menurunkan kekerasan pada logam induk. Suhu Preheat 180°C terbukti efektif menghasilkan sambungan yang lebih kuat dengan plastisitas yang lebih tinggi, sementara Preheat 220°C meningkatkan kekuatan tarik tetapi membuat sambungan lebih kaku dan rentan terhadap kegagalan rapuh. Preheat pada suhu 180°C–220°C meningkatkan homogenisasi unsur dan ketahanan korosi sambungan, tetapi masih berisiko menyebabkan segregasi unsur dan pembentukan senyawa intermetalik, sehingga diperlukan optimasi lebih lanjut dalam proses pemanasan dan pendinginan.

Item Type: Thesis (Disertasi)
Uncontrolled Keywords: Preheat, dissimilar Material, Resistance spot welding
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions (Program Studi): Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 03 Nov 2026 05:20
Last Modified: 03 Nov 2026 05:20
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60919

Actions (login required)

View Item
View Item