Pengaruh Kedalaman Yang Berbeda Terhadap Serangan Penyakit Pada Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Strain Coklat di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan


ADRIANTI, ADRIANTI (2026) Pengaruh Kedalaman Yang Berbeda Terhadap Serangan Penyakit Pada Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Strain Coklat di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of L031211089-fullll.pdf] Text
L031211089-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

ADRIANTI. Pengaruh kedalaman yang berbeda terhadap serangan penyakit pada rumput laut kappaphycus alvarezii strain coklat di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan (dibimbing oleh Gunarto Latama). Latar belakang. Rumput laut Kappaphycus alvarezii merupakan salah satu komoditas budidaya yang banyak dikembangkan di wilayah perairan tropis karena memiliki nilai ekonomis dan kemampuan adaptasi yang cukup baik terhadap kondisi lingkungan perairan. Keberhasilan budidaya rumput laut dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, salah satunya adalah kedalaman perairan. Perbedaan kedalaman dapat memengaruhi kondisi lingkungan yang diterima thallus selama masa pemeliharaan, sehingga diduga berpengaruh terhadap pertumbuhan dan tingkat serangan penyakit ice-ice pada rumput laut. Metode. Penelitian ini dilaksanakan selama 45 hari di perairan Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan metode eksperimen lapangan dengan tiga perlakuan kedalaman, yaitu 20 cm, 70 cm, dan 120 cm, masing-masing terdiri atas tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tingkat serangan penyakit ice-ice dan pertumbuhan rumput laut yang dihitung berdasarkan laju pertumbuhan spesifik harian (Specific Growth Rate/SGR). Data pertumbuhan dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), sedangkan data tingkat serangan penyakit dianalisis menggunakan uji nonparametrik Kruskal–Wallis. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gejala penyakit ice-ice mulai muncul pada minggu ke-3 pengamatan dan mengalami perubahan pada setiap perlakuan kedalaman selama masa pemeliharaan. Hasil uji Kruskal–Wallis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,915 (P > 0,05), yang berarti perbedaan kedalaman tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat serangan penyakit ice-ice. Meskipun demikian, secara deskriptif terlihat adanya perbedaan tingkat serangan penyakit pada setiap perlakuan selama penelitian berlangsung. Hasil analisis pertumbuhan menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,217 (P > 0,05), yang berarti perbedaan kedalaman juga tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan rumput laut K. alvarezii. Secara deskriptif, kedalaman 70 cm menunjukkan nilai laju pertumbuhan spesifik (SGR) tertinggi sebesar 1,46 ± 0,41 %/hari, dibandingkan kedalaman 20 cm sebesar 1,09 ± 0,33 %/hari dan kedalaman 120 cm sebesar 0,86 ± 0,23 %/hari. Kesimpulan. Perbedaan kedalaman budidaya tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tingkat serangan penyakit ice-ice maupun pertumbuhan rumput laut K. alvarezii. Namun, secara deskriptif kedalaman 70 cm cenderung menunjukkan kondisi yang lebih baik dalam mendukung pertumbuhan dan kestabilan kondisi thallus selama masa pemeliharaan. Kata kunci: kedalaman, pertumbuhan, penyakit ice-ice, Kappaphycus alvarezii

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Budidaya Perairan
Depositing User: Unnamed user with username Masnah
Date Deposited: 03 Nov 2026 02:11
Last Modified: 03 Nov 2026 02:11
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60906

Actions (login required)

View Item
View Item