HAMBALI, M. RAYHAN R. HAMBALI (2026) PEMETAAN STATUS KEMASAMAN DAN C-ORGANIK TANAH PADA LAHAN SAWAH DAN LAHAN KERING DI DESA BONTOMANAI KECAMATAN BANGKALA KABUPATEN JENEPONTO = MAPPING OF SOIL ACIDITY AND C-ORGANIC CONTENT IN PADDY FIELDS AND DRYLANDS IN BONTOMANAI VILLAGE, BANGKALA DISTRICT, JENEPONTO REGENCYMAPPING OF SOIL ACIDITY AND C-ORGANIC CONTENT IN PADDY FIELDS AND DRYLANDS IN BONTOMANAI VILLAGE, BANGKALA DISTRICT, JENEPONTO REGENCY. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
G051221048-wUXIct8zNCq9i5og-20260806114603.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Sampai saat ini, belum tersedia peta tematik yang menggambarkan kondisi pH dan C-organik tanah di Desa Bontomanai, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto. Pemetaan sifat tanah seperti kemasaman (pH) dan C-organik tanah dapat memberikan informasi kondisi tanah di Desa Bontomanai dengan memanfaatkan Geographic Information System (GIS) sehingga dapat mempermudah dalam pengambilan keputusan dalam perencanaan dan tindakan pengelolaan lahan pertanian. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran spasial status kemasaman tanah dan C-organik berbasis GIS. Metode. Pengambilan sampel tanah menggunakan sistem grid bebas dengan 10 titik sampel. Parameter utama yang dianalisis meliputi pH dan C-organik. Data diolah secara spasial menggunakan ArcGIS 10.8 dengan metode interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW). Validasi peta dengan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil. Peta menunjukkan kondisi kemasaman (pH) tanah di Desa Bontomanai dengan kategori masam seluas 155,42 ha, agak masam 339,65 ha, dan netral 13,02 ha dengan rentang nilai 5,34-6,62. Penyebaran tanah berkategori masam berada di bagian utara dan tenggara wilayah penelitian, sedangkan tanah agak masam dan netral tersebar di bagian barat sampai menuju timur laut. Sedangkan hasil C-organik dengan kategori sangat rendah seluas 19,50 ha, rendah 160,47 ha, dan sedang 328,12 ha, dengan rentang nilai 0,86%-2,90%, yang dimana kategori sedang mendominasi di bagian barat hingga timur laut dan kategori rendah dan sangat rendah tersebar di barat laut, tenggara hingga timur. Hasil validasi menunjukkan MAPE 25,78% pada hasil interpolasi kemasaman tanah, sedangkan MAPE 27,52% pada hasil interpolasi C-organik tanah, yang mana hasil peta bisa dikatakan layak. Kesimpulan. Peta sebaran kemasaman dan C-organik tanah yang dihasilkan menunjukkan akurasi yang cukup layak dalam menggambarkan kondisi tanah di Desa Bontomanai dan bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan dan penentuan strategi dalam pengelolaan dan keberlanjutan lahan pertanian.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: C-organik, GIS, IDW, Jeneponto, kesuburan tanah, pH tanah. |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Ilmu Tanah |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 03 Nov 2026 02:07 |
| Last Modified: | 03 Nov 2026 02:07 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60904 |
