HASANA, USWATUNG HASANA (2026) Indeks Kesuburan Tanah pada Perkebunan Monokultur Berbasis Lada (Piper Nigrum L.) di Desa Puncak, Kecamatan Sinjai Selatan = Soil Fertility Index of Pepper (Piper nigrum L.) Monoculture Plantations in Puncak Village, South Sinjai District. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
G051211074-RKZD0NedaCTyvpAk-20260819040023.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Lada (Piper nigrum L.) merupakan komoditas perkebunan strategis yang menopang perekonomian masyarakat Desa Puncak, Kecamatan Sinjai Selatan. Produktivitas lada di daerah ini masih fluktuatif dan belum optimal, salah satunya disebabkan oleh kondisi kesuburan tanah yang belum terkarakterisasi secara ilmiah. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis indeks kesuburan tanah pada perkebunan monokultur berbasis lada di Desa Puncak Kecamatan Sinjai Selatan. Metode. Penelitian menggunakan metode analisis komparatif dengan pengambilan sampel tanah secara zig-zag pada kedalaman 0–20 cm dan 20–60 cm di 15 titik kebun rakyat yang tersebar pada elevasi 214–339 mdpl. Analisis laboratorium meliputi sifat fisik (tekstur tanah dan bulk density) serta sifat kimia (pH, KTK, N-total, C-organik, P tersedia, K, Ca, Mg, dan kejenuhan Al). Indeks kesuburan tanah (Soil Fertility Index/SFI) dihitung menggunakan rumus Sasongko, et al (2022). Data primer dilengkapi dengan wawancara terhadap 30 petani responden mengenai karakteristik petani, pola tanam, dan penggunaan pupuk. Hasil. Tanah Inceptisols bertekstur lempung berliat hingga liat berdebu dengan bulk density 1,16–1,34 g/cm³. Reaksi tanah sangat masam hingga agak masam (pH 4,05–5,95). Kandungan N-total sangat rendah hingga rendah (0,09–0,24%), C-organik sangat rendah hingga sedang (0,78–3,34%), P tersedia sangat rendah (1,94–4,76 ppm), dan kejenuhan Al berkisar 7,70–29,78%. Nilai SFI berkisar 0,40–0,50, dengan 14 titik berkategori rendah dan satu titik (T3) berkategori sedang. Produksi lada rata-rata 401 kg/ha. Kesimpulan. Kesuburan tanah perkebunan campuran berbasis lada di Desa Puncak tergolong rendah hingga sedang. Faktor pembatas utama adalah pH yang masam, rendahnya kandungan N-total, C-organik, dan P tersedia, serta tingginya kejenuhan Al. Diperlukan strategi pengelolaan terpadu berupa pengapuran, pemupukan berimbang, peningkatan bahan organik, dan konservasi tanah untuk mendukung produktivitas lada yang berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Inceptisols, Indeks Kesuburan Tanah, Kejenuhan Aluminium, Lada, dan Sinjai Selatan |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Ilmu Tanah |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 03 Nov 2026 01:25 |
| Last Modified: | 03 Nov 2026 01:25 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60889 |
