FIRDAUS, - (2026) PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK BIJI LAMUN (Enhalus acoroides) YANG DIFERMENTASI TERHADAP HISTOLOGI USUS DAN SINTASAN BENIH IKAN BANDENG (Chanos chanos) = The Effect of Adding Fermented Seagrass Seed Extract (Enhalus acoroides) on Intestinal Histology and Survival of Milkfish (Chanos chanos) Seeds. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
L031221056-UqtxXGW9NR6QznMl-20260818150425.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK FIRDAUS. Pengaruh Penambahan Ekstrak Biji Lamun (Enhalus acoroides) yang Difermentasi terhadap Histologi Usus dan Sintasan Benih Ikan Bandeng (Chanos chanos) (dibimbing oleh Muhammad Iqbal Djawad). Latar Belakang. Ikan bandeng merupakan salah satu komoditas penting yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Namun, keberhasilan budidaya ikan bandeng masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kesehatan ikan yang berkaitan dengan kondisi sistem pencernaan dan tingkat sintasan. Pemanfaatan bahan alami sebagai suplemen pakan, seperti ekstrak biji lamun yang difermentasi, berpotensi meningkatkan kesehatan ikan karena mengandung nutrien dan senyawa bioaktif yang bersifat antioksidan. Tujuan. This study aims to evaluate the effect of fermented seagrass seed extract on intestinal histology and milkfish survival. Metode. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas empat perlakuan dan tiga ulangan, yaitu penambahan ekstrak biji lamun terfermentasi sebanyak 0 mL/kg pakan, 5 mL/kg pakan, 10 mL/kg pakan, dan 15 mL/kg pakan. Ikan dipelihara selama 30 hari dan dilanjutkan dengan uji tantang menggunakan bakteri Vibrio parahaemolyticus. Parameter yang diamati meliputi sintasan, histologi usus, dan kualitas air. Data sintasan dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), sedangkan data histologi dan kualitas air dianalisis secara deskriptif. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak biji lamun terfermentasi tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap sintasan ikan bandeng. Nilai sintasan yang diperoleh berkisar antara 60,00–80,00%, dengan nilai tertinggi pada perlakuan 15 mL/kg pakan sebesar 80,00%. Pengamatan histologi usus menunjukkan adanya perbedaan kondisi vili antarperlakuan. Perlakuan 15 mL/kg pakan menunjukkan kondisi vili yang lebih baik pada hari pertama dan kedua setelah uji tantang, ditandai dengan vili yang memanjang, tebal, dan tersusun rapat. Kualitas air selama penelitian berada pada kisaran yang mendukung kehidupan ikan bandeng, yaitu suhu 26–28°C, DO 5,1–6,4 mg/L, pH 7,17–7,40, amoniak 0,15 mg/L, dan salinitas 17–18 ppt. Kesimpulan. Pemberian ekstrak biji lamun yang difermentasi belum memberikan pengaruh nyata terhadap sintasan benih ikan bandeng, namun pada hasil histologi menunjukkan bahwa pemberian penambahan ekstrak biji lamun yang difermentasi memberikan pengaruh terhadap kondisi vili pada awal pemeliharaan setelah uji tantang.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: E acoroides, ekstrak biji lamun terfermentasi, ikan bandeng, histologi usus, sintasan. |
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Budidaya Perairan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 03 Nov 2026 01:23 |
| Last Modified: | 03 Nov 2026 01:23 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60887 |
