Analisis Kualitas Air di Perairan Sajoanging Kabupaten Wajo sebagai Lokasi Budidaya Rumput Laut Kappaphycus Alvarezii = Water Quality Analysis of the Waters of Sajoanging, Wajo Regency, as a Cultivation Site for Kappaphycus alvarezii Seaweed


PRATIWI, DIAN FAJRI NUR (2026) Analisis Kualitas Air di Perairan Sajoanging Kabupaten Wajo sebagai Lokasi Budidaya Rumput Laut Kappaphycus Alvarezii = Water Quality Analysis of the Waters of Sajoanging, Wajo Regency, as a Cultivation Site for Kappaphycus alvarezii Seaweed. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of L021221008-YG5Bzhopdtmq2xPg-20260818161216.pdf] Text
L021221008-YG5Bzhopdtmq2xPg-20260818161216.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Perairan Sajoanging Kabupaten Wajo merupakan salah satu wilayah pesisir yang dimanfaatkan sebagai lokasi budidaya rumput laut Kappaphycus alvarezii. Keberhasilan budidaya sangat dipengaruhi oleh kondisi kualitas air, sementara meningkatnya aktivitas masyarakat pesisir berpotensi menurunkan kualitas perairan. Oleh karena itu, diperlukan kajian kualitas air untuk menilai kesesuaian perairan sebagai Lokasi Budidaya Rumput Laut. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air di Perairan Sajoanging Kabupaten Wajo berdasarkan parameter suhu, pH, oksigen terlarut (DO), salinitas, nitrat, fosfat, dan total padatan tersuspensi (TSS). Metode. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2025 di tiga stasiun pengamatan yang ditentukan secara purposive, dimulai dari wilayah dekat muara hingga ke arah laut lepas. Parameter suhu, pH, salinitas, dan DO diukur secara in situ, sedangkan nitrat, fosfat, dan TSS dianalisis di Laboratorium Produktivitas dan Kualitas Perairan Universitas Hasanuddin. Data hasil pengukuran dibandingkan dengan standar baku mutu Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu berkisar 28,7–29,5°C dan pH 7,55–7,88 sehingga masih memenuhi baku mutu. Sebaliknya, nilai DO (3,20–4,48 mg/L), salinitas (15–28,9 ppt), fosfat (0,0171–0,0212 mg/L), nitrat (0,0787–0,1226 mg/L), dan TSS (109–159 mg/L) belum memenuhi baku mutu air laut untuk biota. Kesimpulan. Kualitas air di Perairan Sajoanging masih mendukung budidaya Kappaphycus alvarezii berdasarkan parameter suhu dan pH, namun kualitas perairan telah mengalami penurunan ditinjau dari parameter DO, salinitas, fosfat, nitrat, dan TSS.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: budidaya rumput laut, kappaphycus alvarezii, kualitas perairan, parameter fisika-kimia, perairan sajoanging.
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Manajemen Sumberdaya Perairan
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 03 Nov 2026 00:15
Last Modified: 03 Nov 2026 00:15
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60861

Actions (login required)

View Item
View Item