MAHMUD, - (2026) Pengaruh Penggunaan Atraktor tambahan Terhadap Hasil Tangkapan pada Bagan Tancap di Kecamatan Tellu Siattinge, Kabupaten Bone. = The Effect of Using Additional Attractants on Catch Yields in Fixed Net Fisheries in Tellu Siattinge Subdistrict, Bone Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
L051221023-OGUlpMio0QRkbTFw-20260818170315.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Bagan tancap merupakan alat tangkap ikan yang termasuk dalam kelompok jaring angkat (lift net) yang dioperasikan secara menetap di perairan pesisir pada malam hari dengan memanfaatkan cahaya lampu sebagai atraktor untuk menarik ikan. Efektivitas penangkapan bagan tancap sangat dipengaruhi oleh keberadaan ikan di sekitar area operasi, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan agregasi ikan melalui penambahan atraktor. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan teknologi dan operasi penangkapan pada bagan tancap dengan mengkombinasikan atraktor daun kelapa dengan cahaya lampu, menentukan perbandingan hasil tangkapan antara bagan tancap yang menggunakan atraktor daun kelapa dan yang tidak menggunakan atraktor, serta menganalisis hasil tangkapan berdasarkan komposisi jenis, frekuensi kemunculan, struktur ukuran, dan ukuran layak tangkap. Metode yang digunakan adalah experimental fishing dengan dua unit bagan tancap di perairan Teluk Bone, Kecamatan Tellu Siattinge, Kabupaten Bone. Satu unit bagan tancap menggunakan atraktor daun kelapa (BTA) yang dipasang pada keempat sudut area penangkapan, sedangkan unit lainnya tidak menggunakan atraktor sebagai kontrol (BTK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi dan tahapan operasi penangkapan pada kedua unit bagan tancap relatif sama, dengan perbedaan utama berupa penambahan atraktor daun kelapa pada BTA. Rata-rata hasil tangkapan BTA sebesar 65,9 kg/trip dengan total 2.042,8 kg, sedangkan BTK sebesar 41,6 kg/trip dengan total 1.288,3 kg. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada volume hasil tangkapan antara BTA dan BTK (Sig. 0,0001 < 0,05). Hasil tangkapan didominasi oleh ikan pelagis kecil, terutama sarden, peperek, teri, dan tembang, dengan frekuensi kemunculan yang tinggi. Struktur ukuran dan ukuran layak tangkap hasil tangkapan tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antara BTA dan BTK. Dengan demikian, penambahan atraktor daun kelapa pada bagan tancap dapat meningkatkan volume hasil tangkapan, tetapi tidak memberikan perbedaan yang signifikan terhadap struktur ukuran dan ukuran layak tangkap ikan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | bagan tancap; atraktor daun kelapa; hasil tangkapan ikan; experimental fishing; teluk bone |
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 03 Nov 2026 00:12 |
| Last Modified: | 03 Nov 2026 00:12 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60858 |
