JANNAH, ANDI GINA RAODATUL (2026) DETEKSI DINOFLAGELLATA BERACUN PADA SAMPAH PLASTIK LAUT DAN MAKROALGA DARI PERAIRAN MAKASSAR DI INDONESIA MENGGUNAKAN METABARCODING = DETECTION OF TOXIC DINOFLAGELLATES IN MARINE PLASTIC DEBRIS AND MACROALGAE FROM THE WATERS OF MAKASSAR IN INDONESIA BY METABARCODING. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
L012232001-pRfzUwbLFvcu87Mj-20260818204955.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Dinoflagelata bentik genus Gambierdiscus berkaitan dengan ciguatera dan umumnya ditemukan sebagai epibion pada berbagai substrat bentik, termasuk makroalga. Sampah plastik laut juga dapat menyediakan permukaan antropogenik bagi pembentukan plastisfer dan asosiasi mikro-eukariota. Informasi mengenai komunitas mikro-eukariota serta keberadaan Gambierdiscus dan Fukuyoa pada makroalga dan makroplastik di perairan Indonesia masih terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis komposisi, keanekaragaman, dan struktur komunitas mikro-eukariota serta mendeteksi Gambierdiscus dan Fukuyoa pada makroalga dan makroplastik di perairan Pulau Samalona dan Pulau Lae-Lae, Makassar. Metode: Sampel epibion dianalisis menggunakan metabarcoding region V8–V9 gen 18S rDNA dengan platform Illumina MiSeq. Analisis meliputi indeks Shannon (H’), uji Mann–Whitney, Non-metric Multidimensional Scaling (NMDS), PERMANOVA, Bray–Curtis, SIMPER, dan filogenetik Maximum Likelihood. Hasil: Analisis menghasilkan 2.079.727 sequence reads yang digunakan dalam analisis lanjutan serta mengidentifikasi sembilan kelompok pada tingkat kingdom, 25 filum, dan lebih dari 380 genus. Komunitas pada kedua substrat terutama tersusun atas Opisthokonta, Stramenopiles, Chlorophyta, dan Alveolata dengan proporsi relatif berbeda. Median H’ makroalga sebesar 3,893 dan makroplastik 3,470, dengan perbedaan signifikan berdasarkan uji Mann–Whitney (U = 447; p = 0,0001). NMDS menunjukkan kecenderungan pemisahan komunitas, sedangkan PERMANOVA menunjukkan perbedaan struktur komunitas yang signifikan (p < 0,001). Ketidakmiripan Bray–Curtis sebesar 78,56% dan kesamaan sebesar 21,44%. Di Pulau Samalona, Gambierdiscus hanya terdeteksi pada makroalga, terutama Gambierdiscus sp. Clade II-2 dan G. scabrosus. Di Pulau Lae-Lae, G. australes, G. scabrosus, dan Gambierdiscus sp. Clade II-2 terdeteksi pada makroalga, sedangkan pada makroplastik hanya G. australes. Fukuyoa tidak terdeteksi pada sampel yang dianalisis. Analisis filogenetik mendukung tiga garis keturunan utama tersebut. Kesimpulan: Makroalga dan makroplastik mendukung komunitas mikro-eukariota dengan komposisi, keanekaragaman, dan struktur yang berbeda. Makroalga menunjukkan keanekaragaman relatif lebih tinggi dan mendukung deteksi garis keturunan Gambierdiscus yang lebih beragam sehingga lebih representatif sebagai substrat utama pemantauan dalam cakupan penelitian ini. Deteksi G. australes pada makroplastik menunjukkan asosiasi molekuler dengan substrat plastik, tetapi belum membuktikan keberadaan sel hidup, kolonisasi aktif, produksi toksin, atau fungsi sebagai vektor penyebaran. Penghitungan sel hidup, isolasi kultur, karakterisasi molekuler tambahan, dan analisis toksin diperlukan untuk mengevaluasi lebih lanjut risiko ciguatera di perairan Makassar.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Gambierdiscus, dinoflagelata beracun, makroalga, makroplastik, metabarcoding 18S rDNA, plastisfer, ciguatera |
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Perikanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 02 Nov 2026 23:59 |
| Last Modified: | 02 Nov 2026 23:59 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60851 |
