KONSTRUKSI DAN HASIL TANGKAPAN TERTINGGI BAGAN TANCAP DI PERAIRAN KECAMATAN SUPPA, KABUPATEN PINRANG = CONSTRUCTION AND HIGHEST CATCH OF FIXED LIFT NETS IN THE WATERS OF SUPPA DISTRICT, PINRANG REGENCY


NURFAIDAH, RIFQAH (2026) KONSTRUKSI DAN HASIL TANGKAPAN TERTINGGI BAGAN TANCAP DI PERAIRAN KECAMATAN SUPPA, KABUPATEN PINRANG = CONSTRUCTION AND HIGHEST CATCH OF FIXED LIFT NETS IN THE WATERS OF SUPPA DISTRICT, PINRANG REGENCY. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of L051221049-WVQPvTzYLJMoNcs1-20260819125230.pdf] Text
L051221049-WVQPvTzYLJMoNcs1-20260819125230.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK Rifqah Nurfaidah. “Konstruksi dan Hasil Tangkapan Tertinggi Bagan Tancap di Perairan Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang”. (Dibimbing oleh Mahfud Palo) Latar Belakang. Bagan tancap merupakan salah satu alat tangkap yang banyak digunakan oleh nelayan di Perairan Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, untuk menangkap ikan pelagis kecil. Namun, informasi mengenai konstruksi bagan tancap serta hasil tangkapan tertinggi yang diperoleh masih terbatas. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi bagan tancap dan menganalisis hasil tangkapan tertinggi di Perairan Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang. Metode. Penelitian menggunakan metode studi kasus melalui observasi, pengukuran konstruksi alat tangkap, wawancara, dan pengamatan hasil tangkapan selama dua puluh trip penangkapan pada dua unit bagan tancap. Data dianalisis secara deskriptif meliputi konstruksi alat tangkap, hasil tangkapan, komposisi spesies, frekuensi kemunculan, hasil tangkapan tertinggi, dan struktur ukuran layak tangkap. Hasil. Konstruksi bagan tancap terdiri atas tiang pancang bambu, kerangka, waring angkat, roller, tali, rumah lindung, lampu LED, genset, dan perahu. Total hasil tangkapan bagan tancap satu mencapai 235 kg, sedangkan bagan tancap dua mencapai 236 kg. Hasil tangkapan didominasi oleh ikan teri (Stolephorus sp.) sebanyak 129 kg, diikuti ikan peperek (Gazza dentex) 103 kg, dan ikan tembang (Sardinella fimbriata) 74,7 kg. Analisis struktur ukuran menunjukkan bahwa ikan teri didominasi ukuran layak tangkap sebesar 96%, ikan peperek 53%, sedangkan ikan tembang hanya 3%, sehingga sebagian besar ikan tembang yang tertangkap masih berada pada ukuran belum layak tangkap. Kesimpulan. Konstruksi bagan tancap mampu mendukung efektivitas operasi penangkapan ikan, sedangkan hasil tangkapan didominasi oleh ikan pelagis kecil dengan tingkat kelayakan tangkap yang berbeda pada setiap spesies sehingga aspek selektivitas alat tangkap perlu diperhatikan untuk mendukung pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Kata kunci: bagan tancap, konstruksi, hasil tangkapan tertinggi, ikan pelagis kecil, Kecamatan Suppa.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: bagan tancap, konstruksi, hasil tangkapan tertinggi, ikan pelagis kecil, Kecamatan Suppa.
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 02 Nov 2026 08:59
Last Modified: 02 Nov 2026 08:59
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60833

Actions (login required)

View Item
View Item