APRILIANI, EGI DHEA (2026) KARAKTERISASI SENYAWA BIOAKTIF SERTA POTENSI EKSTRAK BIJI LAMUN Enhalus acoroides (L.f.) Royle 1839 DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN ANTIOKSIDAN = Characterization of Bioactive Compounds and the Potential of Seagrass Seed Extract Enhalus acoroides (L.f.) Royle 1839 in Enhancing Antibacterial and Antioxidant Activities. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
L031221059-k2VnmsBaywh15lbg-20260824163905.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
EGI DHEA APRILIANI. Karakterisasi Senyawa Bioaktif Serta Potensi Ekstrak Biji Lamun Enhalus acoroides (L.f.) Royle 1839 Dalam Meningkatkan Aktivitas Antibakteri dan Antioksidan (Dibimbing oleh Dr. Marlina Achmad, S.Pi, M.Si). Latar Belakang. Enhalus acoroides merupakan salah satu jenis lamun yang melimpah di perairan tropis Indonesia dan diketahui mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif alami. Berbagai penelitian telah melaporkan adanya aktivitas biologis pada lamun ini, namun kajian mengenai aktivitas antibakteri ekstrak biji Enhalus acoroides terhadap Vibrio parahaemolyticus serta aktivitas antioksidannya masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kandungan metabolit sekunder, aktivitas antibakteri, dan aktivitas antioksidan ekstrak biji lamun Enhalus acoroides. Metode. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari–April di Hatchery Departemen Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin. Biji lamun Enhalus acoroides diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 95%. Selanjutnya dilakukan analisis rendemen, uji fitokimia, uji aktivitas antibakteri terhadap Vibrio parahaemolyticus menggunakan metode difusi cakram, serta uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH untuk menentukan nilai IC₅₀. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil. Ekstrak biji lamun Enhalus acoroides menghasilkan rendemen sebesar 1,543%. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, terpenoid, dan fenolik/tanin. Ekstrak juga menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Vibrio parahaemolyticus, yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat pada setiap perlakuan dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 13,77 mm. Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 69,75 µg/mL yang termasuk dalam kategori kuat. Kesimpulan. Ekstrak biji lamun Enhalus acoroides mengandung berbagai senyawa metabolit sekunder yang diduga berkontribusi terhadap aktivitas biologisnya. Ekstrak mampu menghambat pertumbuhan Vibrio parahaemolyticus serta memiliki aktivitas antioksidan yang tergolong kuat, sehingga berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif alami untuk mendukung pengendalian bakteri dan stres oksidatif dalam bidang akuakultur.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: aktivitas antibakteri, aktivitas antioksidan, ekstrak biji lamun, Enhalus acoroides, Vibrio parahaemolyticus. |
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Budidaya Perairan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 02 Nov 2026 05:56 |
| Last Modified: | 02 Nov 2026 05:56 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60781 |
