Nisbah Kelamin dan Ukuran Pertama Kali Matang Gonad Ikan Tenro Zenarchopterus dispar (Valenciennes, 1847), di Perairan Sungai Pute, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan”


MARDIANTO, YANTI (2026) Nisbah Kelamin dan Ukuran Pertama Kali Matang Gonad Ikan Tenro Zenarchopterus dispar (Valenciennes, 1847), di Perairan Sungai Pute, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan”. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of L021221077-fullll.pdf] Text
L021221077-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

YANTI MARDIANTO. “Nisbah Kelamin dan Ukuran Pertama Kali Matang Gonad Ikan Tenro Zenarchopterus dispar (Valenciennes, 1847), di Perairan Sungai Pute, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan” dibimbing oleh Sharifuddin Bin Andy Omar sebagai Pembimbing Tugas Akhir. Latar Belakang. Kawasan Karst Rammang-rammang merupakan wilayah batu gamping dengan gugusan gunung karst yang dialiri Sungai Pute yang bermuara ke Selat Makassar, sehingga dipengaruhi pasang surut. Kawasan tersebut memiliki keanekaragaman ikan yang cukup tinggi, termasuk ikan tenro (Zenarchopterus dispar) sebagai salah satu spesies penghuni di kawasan karst Kabupaten Maros. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek reproduksi yaitu nisbah kelamin dan ukuran pertama kali matang gonad ikan tenro berdasarkan waktu pengambilan sampel, tingkat kematangan gonad (TKG) dan stasiun pengambilan sampel di perairan S. Pute, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Metode. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September hingga bulan November 2025. Analisis sampel ikan dilakukan di Laboratorium Biologi Perikanan, Departemen Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin. Hasil. Jumlah total ikan yang diperoleh secara keseluruhan sebanyak 181 ekor yang terdiri atas 128 ekor ikan jantan dan 53 ekor ikan betina. Hasil penelitian menunjukkan nisbah kelamin ikan tenro jantan dan betina 2,42:1,00. Tingkat kematangan gonad pada ikan tenro jantan dan betina ditemukan pada TKG I sampai TKG VI. Ukuran rata-rata pertama kali matang gonad ikan jantan dan betina yaitu pada ukuran 192,75 mm dan 175,67 mm. Kesimpulan. Nisbah kelamin yang didapatkan berdasarkan waktu dan stasiun pengambilan sampel menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata atau seimbang (1:1). Sebaliknya, nisbah kelamin yang didapatkan berdasarkan tingkat kematangan gonad menunjukkan hasil yang berbeda nyata atau tidak seimbang (bukan 1:1) dan didominasi oleh ikan jantan. Tingkat kematangan gonad ikan tenro dari TKG I hingga TKG VI menunjukkan bahwa populasi ikan berada dalam kondisi reproduktif aktif selama penelitian. Ukuran pertama kali matang gonad menunjukkan bahwa ikan betina mencapai kematangan lebih awal berdasarkan ukuran bobot tubuh tetapi ikan jantan lebih dahulu matang gonad jika berdasarkan panjang tubuh.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Manajemen Sumberdaya Perairan
Depositing User: Unnamed user with username Masnah
Date Deposited: 02 Nov 2026 01:14
Last Modified: 02 Nov 2026 01:14
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60755

Actions (login required)

View Item
View Item