MUSDALIFAH, MUSDALIFAH (2026) STRUKTUR KOMUNITAS IKTIOFAUNA DI PERAIRAN SUNGAI PUTE, KECAMATAN BONTOA, KABUPATEN MAROS, SULAWESI SELATAN. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
L021221075-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
MUSDALIFAH. Struktur Komunitas Iktiofauna di Perairan Sungai Pute, Kec. Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dibimbing oleh Sharifuddin Bin Andy Omar Latar belakang. Indonesia memiliki kawasan karst yang sangat luas mencapai lebih dari 15,4 juta hektar, tersebar di beberapa di wilayah di indonesia salah satunya terdapat Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Kawasan tersebut dikenal sebagai wilayah yang memiliki daerah aliran sungai dengan keanekaragaman iktiofauna endemik yang cukup tinggi. informasi mengenai iktiofauna di Sungai Pute Kab. Maros masih tergolong kurang maka dari itu perlu untuk memahami dinamika pada perairan Sungai Pute, diperlukan penelitian tentang struktur komunitas yang mencakup analisis komposisi spesies serta kelimpahannya di ekosistem perairan tersebut. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis struktur komunitas iktiofauna di S. Pute, meliputi komposisi jenis, kelimpahan dan indeks ekologi untuk mendukung kebijakan pengelolaan kawasan serta pelestarian spesies kan. Metode. Penelitian ini dilakukan di S. Pute, Kab. Maros, Sulawesi Selatan, dari bulan September hingga November 2025, dilakukan di tiga stasiun selama tiga bulan dengan pengambilan sampel menggunakan jaring insang (gillnet) Analisis data meliputi kelimpahan relatif, Indeks Keanekaragaman (H'),Indeks Keseragaman (E) Shannon-Wiener dan Indeks Dominansi (D) Simpson serta Indeks Kesamaan (CCj). Data diolah menggunakan Microsoft Excel 2019. Hasil. Selama penelitian ini ditemukan 15 spesies ikan dari 13 famili dan 10 ordo, dengan kelimpahan tertinggi ditemukan sebanyak 1164 ekor, spesies ikan yang paling banyak didapatkan adalah Marosatherina ladigesi yaitu sebanyak 1057 ekor. Nilai indeks keanekaragaman (H') menunjukkan adanya tekanan ekologis tinggi dengan nilai H’ yang berada dalam kisaran 0,0 ≤ H’ ≤ 2,3. Hal ini disebabkan adanya distribusi spesies kurang merata dan di dominasi oleh beberapa spesies tertentu. Sementara nilai indeks keseragaman (E) menunjukkan tekanan ekologi tinggi dan indeks dominansi (D) menunjukkan tekanan ekologi rendah dan menggambarkan tidak ada jenis yang mendominasi sehingga pembagian jumlah individu pada masing-masing jenis sangat beragam atau merata. Kesimpulan. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa perairan S. Pute mengalami tekanan ekologi pada tingkat tinggi jika dilihat dari indeks keanekaragamannya dengan distribusi spesies yang tidak merata dan dominasi spesies tertentu M. Ladigesi dan rendahnya nilai indeks dominansi di tiga stasiun menunjukkan korelasi positif dengan nilai indeks keseragaman yang tinggi.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Depositing User: | Unnamed user with username Masnah |
| Date Deposited: | 02 Nov 2026 01:09 |
| Last Modified: | 02 Nov 2026 01:09 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60750 |
