HASYIM, AHMAD (2025) BENCANA EKOLOGIS DI DANAU BALANG TONJONG MAKASSAR (KAJIAN EUTROFIKASI BERDASARKAN DIVERSITAS GASTROPODA) = ECOLOGICAL DISASTER IN LAKE BALANG TONJONG MAKASSAR (EUTROPHICATION STUDY BASED ON GASTROPODA DIVERSITY). Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
P033231010-UzJqsHNwiB9CAfLn-20251001235310.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK AHMAD HASYIM, Bencana Ekologis di Danau Balang Tonjong Makassar (Kajian Eutrofikasi Berdasarkan Diversitas Gastropoda), (dibimbing oleh Fahrudin dan Rahmadi Tambaru) Latar belakang, Danau di Indonesia pada umumnya mengalami degradasi lingkungan akibat eutrofikasi yang menimbulkan bencana ekologis. Eutrofikasi merupakan proses peningkatan kadar nutrient yang menyebabkan pertumbuhan berlebihan dari tanaman air dan mengakibatkan permasalahan lingkungan. Salah satu danau yang mengalami bencana ekologis di Kota Makassar yaitu Danau Balang Tonjong. Tujuan, menentukan tingkat eutrofikasi; menganalisis parameter ekologis berdasarkan diversitas gastropoda dan menemukan korelasi eutrofikasi dengan diversitas gastropoda. Metode penelitian dilakukan secara kuantitatif deskriptif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive melalui lima titik stasiun penelitian. Metode analisis meliputi: Penggunaan metode TRIX, penerapan Peraturan Pemerintah RI no.22 Tahun 2021 kelas II, penentuan nilai parameter ekologis indeks keanekaragaman dan Penggunaan metode PCA dalam menemukan nilai korelasi. Hasil penelitian diperoleh: 1) konsentrasi Parameter eutrofikasi melampaui baku mutu lingkungan yang ditetapkan; Status trofik berada pada tingkat eutrofik (station I, stasion II dan stasion III; sedangkan station IV dan stasion V berada pada tingkat hipertrofik; Pemicu eutrofikasi adalah nitrat, posfat dan DO yang ekstrim disekitar pasar tradisional. Kondisi ini menunjukkan sebuah ekosistem yang mengalami degradasi lingkungan. 2) Komposisi jenis gastropoda sebanyak 5 jenis yakni: Filopaludina sp., Pomacea canaliculata, Indoplanorbis exustus, Sulcospira testudinaria, dan Lymnea sp.; Nilai indeks keanekaragaman jenis gastropoda mendekati 0 pada station I,III,IV dan V kecuali station II dengan nilai diatas 1, menunjukkan bahwa kondisi perairan ini mengalami kondisi sangat buruk atau tercemar berat yang menimbulkan pengurangan diversitas gastropoda. 3) korelasi fospat, nitrat dengan keanekaragaman komunitas gastropoda bersifat negative sedangkan Parameter klorofil, DO, NTU, pH, BOD, COD dan suhu berkorelasi positif terhadap keankekaragaman komunitas, ini membuktikan bahwa pencemaran limbah antrophogenik telah mendegradasi lingkungan dan menurunkan keanekaragaman gastropoda. Aspek sosial dan budaya sangat berpengaruh terhadap penanggulangan bencana ekologis dengan nilai sebesar 37,9%, ini membuktikan Masyarakat memiliki kesadaran dan partisipasi yang tinggi, memiliki pengetahuan dan pengalaman pengelolaan yang lebih efektif serta memiliki penghargaan yang tinggi dan sangat peduli terhadap kelestariannya. Kesimpulan, Danau Balang Tonjong Makassar telah mengalami kondisi ekstrim yang berimplikasi buruk terhadap lingkungan perairan danau yaitu terjadinya degradasi biota danau, pendangkalan, suksesi tumbuhan, penyusutan luas parairan hingga menjadi sumber pemicu banjir, kesemua ini merupakan bencana ekologis yang telah terjadi cukup lama. Upaya meminimalisir kondisi ini dengan pendekatan sosial budaya sebagai langkah bijak yang harus dilaksanakan secara konsisten.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Bencana ekologis, diversitas gastropoda, eutrofikasi, danau, Balang Tonjong. |
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) |
| Divisions (Program Studi): | Program Pascasarjana > Ilmu Lingkungan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 30 Oct 2026 04:36 |
| Last Modified: | 30 Oct 2026 04:36 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60688 |
