OKTAVIA, MASRINDA (2026) PEMATAHAN DORMANSI UMBI BAWANG MERAH DA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN SERTA PRODUKSI = BREAKING DORMANCY OF SHALLOT BULB AND ITS EFFECT ON GROWTH AND PRODUCTION. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
G012242018-4oI9L3GdYu0PfsXH-20260821105855.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Bawang merah (Allium cepa L. Aggregatum) merupakan komoditas hortikultura strategis di Indonesia yang produksinya masih terkendala oleh dormansi umbi pascapanen. Dormansi menyebabkan pertumbuhan tunas tidak seragam sehingga berpotensi menurunkan produktivitas tanaman. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh interaksi serta pengaruh tunggal perlakuan zat pengatur tumbuh (ZPT) dan vernalisasi terhadap pematahan dormansi, pertumbuhan, dan produksi bawang merah. Metode Penelitian dilaksanakan di Teaching Farm Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin pada Juni 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dua faktor. Faktor pertama adalah ZPT yang terdiri atas kontrol (tanpa penambahan ZPT), GA₃ (100 ppm selama 6 jam), dan H₂O₂ (20% selama 2 jam), sedangkan faktor kedua adalah vernalisasi yang terdiri atas kontrol (suhu ruang), 5℃, dan 10℃ selama 14 hari. Terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan sehingga diperoleh 27 kombinasi percobaan. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji BNJ taraf nyata 5% dan 1% apabila perlakuan menunjukkan pengaruh nyata atau sangat nyata. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara zat pengatur tumbuh dan vernalisasi terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah. Kombinasi H₂O₂ dan vernalisasi 5°C merupakan perlakuan terbaik karena mampu mempercepat pematahan dormansi umbi sekitar 4–5 hari dibandingkan kontrol serta menghasilkan produktivitas tertinggi sebesar 20,66 t ha⁻¹. Kombinasi H₂O₂ dan vernalisasi 10°C lebih efektif meningkatkan pertumbuhan vegetatif. Secara tunggal, H₂O₂ memberikan respons terbaik pada sebagian besar parameter pengamatan. Vernalisasi 5°C lebih efektif untuk pematahan dormansi dan peningkatan produktivitas, sedangkan vernalisasi 10°C lebih mendukung pertumbuhan vegetatif tanaman. Kesimpulan. Kombinasi H₂O₂ dan vernalisasi suhu 5°C paling efektif dalam mempercepat pematahan dormansi serta meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas bawang merah, mengungguli perlakuan GA₃ maupun vernalisasi suhu 10°C.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | bawang merah, dormansi umbi, H₂O₂, vernalisasi, ZPT |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Agroteknologi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 30 Oct 2026 03:12 |
| Last Modified: | 30 Oct 2026 03:12 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60673 |
