UJI KARAKTERISTIK FISIK SERAT MESOCARP KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN FIBER SPLINT PERIODONTAL


WINAWAN, IRMA (2026) UJI KARAKTERISTIK FISIK SERAT MESOCARP KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN FIBER SPLINT PERIODONTAL. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of J035231002-roYh702cUk3EMgKS-20260521195231.pdf] Text
J035231002-roYh702cUk3EMgKS-20260521195231.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

IRMA WINAWAN. Uji Karakteristik Fisik Serat Mesocarp Kelapa Sawit sebagai Bahan Fiber Splint Periodontal (dibimbing oleh Prof. Dr. Sri Oktawati, drg., Sp.Perio, Subsp.R.P.I.D (K) dan Prof. Dr. Nurlindah Hamrun, drg., M.Kes.) Latar Belakang: Periodontitis lanjut sering kali menyebabkan kerusakan tulang alveolar dan mobilitas gigi patologis yang memerlukan stabilisasi melalui splinting. Fiber Reinforced Composite (FRC) merupakan material pilihan utama saat ini, namun umumnya menggunakan serat sintetis non-biodegradable. Serat mesocarp kelapa sawit (Oil Palm Mesocarp Fiber - OPMF) memiliki potensi sebagai bahan alternatif yang ramah lingkungan dan ekonomis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan karakteristik fisik (Maximum Load dan Modulus Young) bahan fiber splint berbasis serat mesocarp kelapa sawit dengan matriks Polylactic Acid (PLA) serta membandingkannya dengan bahan komersial Ribbond. Metode: Penelitian observasional analitik ini menggunakan tiga kelompok sampel (n=3 per kelompok): Kelompok Kontrol (Ribbond), Kelompok Mesocarp 25% (25% serat : 75% PLA), dan Kelompok Mesocarp 35% (35% serat : 65% PLA). Serat mesocarp dimodifikasi melalui proses delignifikasi alkali sebelum diekstrusi menjadi filamen dan dicetak. Pengujian mekanik dilakukan menggunakan Universal Testing Machine (UTM) sesuai standar ASTM D638. Data dianalisis menggunakan Saphiro Wilk, One-Way ANOVA dan uji Post-hoc Bonferroni. Hasil: Rata-rata Maximum Load tertinggi terdapat pada kelompok kontrol / Ribbond (139,94 Newton), diikuti kelompok mesocarp 35% (40,32 Newton) dan mesocarp 25% (32,96 Newton), dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p=0,001). Rata-rata Modulus Young tertinggi juga dimiliki kelompok kontrol / Ribbond (1,23 GPa), diikuti kelompok mesocarp 35% (0,46 GPa), dan mesocarp 25% (0,26 GPa). Meskipun kekuatan tarik kelompok mesocarp lebih rendah, peningkatan komposisi serat dari 25% ke 35% terbukti meningkatkan kekakuan (Modulus Young) secara signifikan (p=0,002). Simpulan: Kelompok mesocarp 35% menunjukkan peningkatan Modulus Young yang signifikan dibandingkan kelompok mesocarp 25%, namun kedua kelompok uji masih memiliki kekuatan tarik dan modulus elastisitas di bawah bahan kelompok kontrol / Ribbond. Diperlukan optimasi lebih lanjut pada formulasi dan perlakuan serat untuk memenuhi standar klinis splint periodontal. Kata Kunci: Mobilitas gigi; splint periodontal; oil palm mesocarp fiber; maximum load; modulus Young

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: R Medicine > RK Dentistry
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 30 Oct 2026 02:10
Last Modified: 30 Oct 2026 02:10
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60640

Actions (login required)

View Item
View Item