BADRAH, NUAEMAH (2026) Analisis Pola dan Kinerja Sistem Kemitraan Agribisnis Ayam Broiler di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan = Analysis of the Pattern and Performance of the Broiler Chicken Agribusiness Partnership System in Maros Regency, South Sulawesi. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
I012212005-pSBcXof3gN6n1jvW-20260819061935.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Industri ayam broiler merupakan salah satu subsektor peternakan strategis di Indonesia, di mana sekitar 85% usahanya dijalankan melalui sistem kemitraan terintegrasi antara perusahaan inti dan peternak plasma. Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, merupakan sentra produksi ayam broiler dengan populasi tertinggi di provinsi tersebut, namun evaluasi kinerja kemitraan selama ini masih terbatas pada aspek produksi dan finansial saja, belum menggunakan pendekatan yang holistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola kemitraan agribisnis ayam broiler di Kabupaten Maros serta menganalisis kinerjanya berdasarkan empat perspektif utama, yaitu mitra dan stakeholders, finansial, bisnis proses internal, serta karyawan dan kapasitas organisasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 47 peternak plasma dari 13 perusahaan inti, dipilih melalui purposive sampling. Analisis pola kemitraan dilakukan secara deskriptif kualitatif, sedangkan pembobotan indikator kinerja utama (Key Performance Indicators/KPI) menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan pengukuran capaian kinerja menggunakan metode Objective Matrix (OMAX). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perusahaan inti menerapkan pola kemitraan inti-plasma berbasis kontrak tanpa variasi pola lain, di mana peternak memiliki posisi tawar yang sangat lemah. Pembobotan AHP menunjukkan atribut dengan bobot/prioritas tertinggi adalah Net Profit Margin/NPM (0,2093) dan laba bersih (0,0698) yang keduanya berada pada perspektif Finansial, diikuti oleh bobot panen (0,1167) dan FCR (0,0633) pada perspektif Mitra dan Stakeholders, sementara penggunaan teknologi informasi memperoleh bobot terendah (0,0008) pada perspektif Karyawan dan Kapasitas Organisasi. Pengukuran KPI-OMAX menunjukkan seluruh 13 perusahaan berada pada kategori kinerja baik (rentang 3,16–5,71), dengan perusahaan non-terintegrasi justru menunjukkan nilai kinerja yang cenderung lebih tinggi dibandingkan perusahaan terintegrasi vertikal, sehingga status integrasi perusahaan tidak dapat dijadikan proksi tunggal keberhasilan kemitraan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan transparansi kontrak, sistem pelaporan data, serta investasi pada kapasitas organisasi dan teknologi informasi guna meningkatkan kinerja kemitraan secara berkelanjutan, serta penerapan teknik pengukuran KPI untuk mengukur kinerja peternak.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | ayam broiler, kinerja sistem kemitraan agribisnis, Key Performance Indicator (KPI), AHP, OMAX |
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Peternakan > Ilmu dan Teknologi Peternakan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 30 Oct 2026 00:52 |
| Last Modified: | 30 Oct 2026 00:52 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60598 |
