MARDIA, SITI AINUL (2026) Status Fisiologis Sapi Bali Polled Hubungannya Dengan Kualitas Semen Beku = Physiological status of polled Bali cattle in relation to frozen semen quality. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
I011221114-R9YbD6PHSlIx8CjK-20260818190824.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status fisiologis Sapi Bali polled serta kaitannya dengan kualitas semen beku berdasarkan waktu penampungan yang berbeda. Penelitian dilaksanakan menggunakan 4 ekor sapi bali polled dengan 4 kali penampungan semen. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan waktu penampungan pagi, siang, dan sore. Parameter status fisiologis yang diamati meliputi suhu rektal, suhu kulit, frekuensi respirasi, denyut jantung, suhu lingkungan, dan kelembaban. Parameter kualitas semen beku yang diamati meliputi konsentrasi, total motilitas, motilitas progresif, abnormalitas, immotil, membran plasma utuh (MPU), tudung akrosom utuh (TAU), serta parameter kinematika spermatozoa menggunakan metode AndroScope. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar parameter fisiologis ternak tidak menunjukkkan perbedaan nyata antar waktu penampungan, kecuali suhu rektal pada siang hari nyata lebih tinggi dibandingkan pagi hari (p<0,05), namun tidak berbeda dengan sore hari. Demikian pula pada pagi dan sore tidak berbeda nyata (p>0,05). Parameter kualitas semen yaitu konsentrasi, total motilitas, motilitas progresif, abnormalitas, immotile, MPU, TAU, dan parameter kinematika tidak menunjukkan perbedaan antar waktu penampungan (p>0,05) kecuali DCL dan HAC. Nilai DCL dan HAC lebih tinggi pada siang hari dibandingkan sore, namun tidak berbeda pada pagi hari. Nilai HAC nyata lebih tinggi (p<0,05) pada siang hari dibandingkan pada sore hari, namun tidak berbeda dengan pagi hari. Sebagian besar parameter tidak berkorelasi kecuali denyut jantung dengan Abnormalitas, VCL dan ALH serta suhu lingkungan dengan total motilitas, motilitas progresif dan immotile. Suhu lingkungan memiliki korelasi negatif nyata dengan motilitas dan motilitas progresif, namun berkorelasi positif nyata dengan immotile, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi suhu lingkungan, semakin banyak spermatozoa yang tidak bergerak. Denyut jantung menunjukkan korelasi negatif nyata dengan abnormalitas, VCL dan ALH. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar status fisiologis sapi bali polled masih berada dalam kisaran normal dan kualitas semen beku yang dihasilkan tergolong baik. Waktu penampungan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap sebagian besar parameter kualitas semen beku, namun kondisi lingkungan terutama suhu lingkungan memiliki hubungan terhadap motilitas spermatozoa setelah proses pembekuan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | sapi bali polled, status fisiologis, semen beku, kualitas spermatozoa, kinematika spermatozoa. |
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Peternakan > Peternakan |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 27 Oct 2026 01:36 |
| Last Modified: | 27 Oct 2026 01:36 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60473 |
