Mode of action Azotobacter sp. dan Pseudomonas fluorescens sebagai agens antagonis dan pemacu pertumbuhan tanaman = Mode of action of Azotobacter sp. and Pseudomonas fluorescens as antagonistic agents and plant growth-promoting bacteria.


SASKIAH, SASKIAH (2026) Mode of action Azotobacter sp. dan Pseudomonas fluorescens sebagai agens antagonis dan pemacu pertumbuhan tanaman = Mode of action of Azotobacter sp. and Pseudomonas fluorescens as antagonistic agents and plant growth-promoting bacteria. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of G011191248-DY8elr4ghVAT3BWv-20260805133431.pdf] Text
G011191248-DY8elr4ghVAT3BWv-20260805133431.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

SASKIAH. Mode of action Azotobacter sp. dan Pseudomonas fluorescens sebagai agens antagonis dan pemacu pertumbuhan tanaman (dibimbing oleh Baharuddin dan Tutik Kuswinanti). Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan utama yang memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional, serta kesejahteraan petani. Penyakit utama tanaman padi penyebab terjadinya penurunan hasil secara nyata, yaitu busuk bulir (Burkholderia glumae), hawar daun bakteri (Xanthomonas oryzae pv. oryzae), dan blas (Pyricularia oryzae). Agensia hayati menjadi pengendali alternatif yang menjanjikan, karena sifatnya yang ramah lingkungan dan tidak membutuhkan aplikasi yang berulang-ulang. Penelitian ini menggunakan dua isolat antagonis, yaitu Azotobacter sp. dan Pseudomonas fluorescens, koleksi Laboratorium Bioteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin. Efektivitas diuji dengan mencampur bakteri antagonis dan patogen pada media cair, diinkubasi, kemudian ditumbuhkan pada media nutrient agar (NA) untuk dihitung penurunan jumlah koloninya dan dibandingkan dengan kontrol. Uji terhadap P. oryzae dilakukan dengan dual culture pada media padat. Kemampuan sebagai plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) diamati melalui produksi hormon IAA, GA3, penambat N, dan pelarut fosfat. Perlakuan kombinasi memberikan penekanan terbaik, baik terhadap pertumbuhan koloni bakteri maupun cendawan patogen. Kedua isolat memiliki kemampuan yang berbeda dalam memproduksi hormon, penambat nitrogen, dan pelarut fosfat. Perlakuan kombinasi memberikan hasil terbaik terhadap penekanan pertumbuhan patogen. P. fluorescens lebih unggul memproduksi hormon IAA dan GA3, sedangkan Azotobacter sp. lebih unggul menambat N dan melarutkan fosfat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Blas; Busuk bulir; Dual culture; Hawar daun bakteri; Plant growth promoting rhizobacteria (PGPR)
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Pertanian > Agroteknologi
Depositing User: Unnamed user with username pklpkl
Date Deposited: 27 Oct 2026 01:26
Last Modified: 27 Oct 2026 01:26
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60467

Actions (login required)

View Item
View Item