TANGAHU, DHIAZ ERLANGGA (2026) ANALISIS KOMPARATIF PRINSIP ECO FISHING PORT DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN LAPPA SINJAI DAN PANGKALAN PENDARATAN IKAN BEBA TAKALAR SULAWESI SELATAN. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
L012241012-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang Pelabuhan perikanan memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas perikanan tangkap dan perekonomian masyarakat pesisir. Namun, meningkatnya aktivitas pelabuhan sering kali menimbulkan permasalahan lingkungan, seperti pencemaran air dan limbah padat. Konsep Eco Fishing Port (EFP) hadir sebagai pendekatan pengelolaan pelabuhan perikanan yang berwawasan lingkungan dengan menyeimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan ekologi secara berkelanjutan. Penerapan konsep ini di Indonesia masih terbatas, sehingga diperlukan kajian komparatif untuk menilai tingkat implementasinya di berbagai lokasi. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerapan prinsip Eco Fishing Port pada Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Lappa di Kabupaten Sinjai dan PPI Beba di Kabupaten Takalar, serta mengevaluasi kondisi dan kesiapan fasilitas pelabuhan berdasarkan parameter lingkungan fisik, sosial ekonomi, hasil perikanan, dan kelembagaan pengawasan. Metode Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif komparatif dengan teknik observasi lapangan, wawancara terstruktur, dan analisis laboratorium kualitas air. Parameter penelitian mencakup pH, Total padatan tersuspensi, kecerahan, suhu, salinitas, dan amonia yang dianalisis menggunakan metode STORET mengacu pada PP RI No. 22 Tahun 2021. Penilaian tingkat penerapan EFP dilakukan dengan sistem pembobotan terhadap empat aspek utama, yaitu lingkungan fisik (0,35), sosial ekonomi (0,15), hasil perikanan (0,20), dan kelembagaan dan pengawasan (0,30). Hasil Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai indeks penerapan EFP di PPI Lappa sebesar 1,56 dan di PPI Beba sebesar 1,50, keduanya termasuk dalam kategori sedang. Nilai tersebut menunjukkan bahwa kedua pelabuhan telah menerapkan sebagian prinsip EFP, tetapi belum sepenuhnya memenuhi standar keberlanjutan. Berdasarkan hasil pengujian kualitas air, PPI Lappa memiliki skor STORET –14 dan PPI Beba –20, yang menunjukkan kondisi cemar sedang. Faktor utama yang menyebabkan rendahnya nilai penerapan EFP meliputi ketiadaan dan ketidakfungsian instalasi pengolahan air limbah (IPAL), minimnya ruang terbuka hijau, rendahnya kebersihan lingkungan, serta terbatasnya ketersediaan air bersih.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Perikanan |
| Depositing User: | Unnamed user with username Masnah |
| Date Deposited: | 27 Oct 2026 01:24 |
| Last Modified: | 27 Oct 2026 01:24 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60466 |
