ADELIA, ANGGI (2026) IDENTIFIKASI SAMPAH LAUT (MARINE DEBRIS) DI KAWASAN PANTAI BIRINGKASSI, DESA BULU CINDEA, KECAMATAN BUNGORO, KABUPATEN PANGKAJENE DAN KEPULAUAN. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
L011221061-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
ANGGI ADELIA. Identifikasi Sampah Laut (Marine Debris) di Kawasan Pantai Biringkassi, Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (dibimbing oleh AHMAD FAIZAL). Latar belakang. Marine debris merupakan material padat sisa aktivitas manusia yang terbuang ke lingkungan laut dan didominasi oleh sampah plastik yang sulit terurai. Di Indonesia, akumulasi marine debris berdampak serius terhadap ekosistem pesisir dan meningkat seiring aktivitas masyarakat. Pantai Biringkassi sebagai kawasan ekowisata mangrove memiliki potensi tinggi terhadap akumulasi sampah laut, sehingga penelitian ini penting dilakukan untuk mengidentifikasi jenis dan jumlah marine debris pada kondisi surut sebagai dasar pengelolaan sampah laut yang berkelanjutan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis sampah laut (marine debris) pada kondisi surut serta menghitung kelimpahan berdasarkan jumlah dan berat sampah laut di kawasan pantai Biringkassi. Metode. Penelitian ini menggunakan metode observasi langsung dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan sampel marine debris kategori makro (>2,5 cm – <1 m) dilakukan pada kondisi surut menggunakan metode transek garis (line transect) pada tiga stasiun pengamatan. Transek ditarik dari surut terendah hingga belakang pantai, dengan lebar pengamatan 1 m ke kiri dan kanan garis transek, serta jarak antar transek 25 m sejajar garis pantai (tiga transek perstasiun). Sampel marine debris dikumpulkan kemudian diidentifikasi, dihitung, dan ditimbang. Dilakukan pengukuran parameter oseanografi yaitu arah dan kecepatan arus serta kemiringan pantai. Untuk melihat perbedaan kelimpahan antar stasiun, data dianalisis menggunakan uji statistik One Way ANOVA dengan bantuan SPSS. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampah laut (marine debris) yang ditemukan di pantai Biringkassi pada kondisi surut didominasi oleh sampah plastik, sejalan dengan tingginya tekanan aktivitas antropogenik di kawasan pesisir. Secara keseluruhan, teridentifikasi sebanyak 682 item sampah laut dengan berat total 8.261 gram, dimana sampah plastik merupakan jenis paling dominan dengan jumlah 615 item atau 90,24% dari total sampah. Jenis sampah lainnya meliputi kaca dan keramik (5,01%), kain (1,69%), other (1,43%), karet (0,85%), busa plastik (0,57%), kayu (0,14%), dan logam/metal (0,07%). Rata-rata kelimpahan total sampah laut berdasarkan jumlah sebesar 0,40 item/m², sedangkan berdasarkan berat sebesar 4,37 gram/m².
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Kelautan |
| Depositing User: | Unnamed user with username Masnah |
| Date Deposited: | 27 Oct 2026 01:16 |
| Last Modified: | 27 Oct 2026 01:16 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60459 |
