Struktur Infauna Bentik Pada Padang Lamun Di Perairan Pulau Liukang Loe Kabupaten Bulukumba


RISDAWATI, RISDAWATI (2026) Struktur Infauna Bentik Pada Padang Lamun Di Perairan Pulau Liukang Loe Kabupaten Bulukumba. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of L011221036-fulllll.pdf] Text
L011221036-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang infauna bentik merupakan organisme berukuran kecil yang hidup di dalam sedimen dan memiliki peran penting dalam proses ekologi ekosistem padang lamun. Padang lamun di Pulau Liukang Loe berfungsi sebagai habitat utama bagi infauna bentik dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Namun, aktivitas manusia dan kondisi lingkungan dapat memengaruhi struktur komunitas infauna bentik di daerah tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui struktur komunitas infauna bentik, termasuk kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dominansi, kepadatan, dan komposisi jenis, serta menganalisis hubungan struktur komunitas tersebut dengan kondisi padang lamun berdasarkan persentase tutupan dan diperairan Pulau Liukang Loe. Metode penelitian dilakukan pada dua stasiun berbeda di Pulau Liukang Loe, yaitu stasiun dekat pemukiman, dan stasiun dekat tempat wisata. Parameter lingkungan yang diukur meliputi suhu, salinitas, kandungan bahan organik total (BOT), dan tekstur sedimen. Pengambilan sampel infauna bentik dilakukan menggunakan metode yang sesuai untuk mendapatkan struktur komunitas. Data dianalisis dengan menghitung indeks keanekaragaman, indeks dominansi, indeks keseragaman, dan uji korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan antara kepadatan bentik dengan tutupan lamun. Hasil ditemukan 35 genus infauna bentik dengan nilai kepadatan infauna tertinggi tercatat di Stasiun wisata sebesar 7,80 ind/m², sedangkan di Stasiun pemukiman sebesar 2,79 ind/m². Adapun nilai indeks keanekaragaman yang termasuk kategori tinggi, yaitu 3,12 di Stasiun pemukiman dan karegori sedang yaitu 2,21 di Stasiun wisata. Nilai indeks keseragaman pada stasiun pemukiman sebesar 1,31 termasuk dalam kategori tinggi, sedangkan nilai keseragaman pada stasiun wisata sebesar 0,29 termasuk kedalam kategori sedang. Nilai indeks dominansi itu memiliki nilai hampir sama anatara stasiun pemukiman dan wisata. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh Parameter lingkungan seperti suhu, salinitas, BOT dan tekstur sedimen memiliki pengaruh terhadap struktur komunitas infauna bentik. Hubungan uji korelasi antara kepadatan infauna dengan tutupan lamun tidak signifikan secara statistik karena nilainya di bawah 0,05. Kesimpulan struktur komunitas infauna bentik di padang lamun perairan Pulau Liukang Loe tergolong tinggi dan mencerminkan ekosistem yang stabil serta memiliki kualitas lingkungan yang baik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Kelautan
Depositing User: Unnamed user with username Masnah
Date Deposited: 27 Oct 2026 01:07
Last Modified: 27 Oct 2026 01:07
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60452

Actions (login required)

View Item
View Item