Saiful, Saiful (2026) ANALISIS KEANEKARAGAMAN MAKROFAUNA TANAH PADA LAHAN JAGUNG DAN KAKAO DI DESA WATANG TA KECAMATAN CENRANA KABUPATEN BONE = ANALYSIS OF SOIL MACROFAUNA DIVERSITY ON CORN AND CACAO LANDS IN WATANG TA VILLAGE, CENRANA DISTRICT, BONE REGENCY. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
G011191103-UtwvPkserNaHY2ZC-20260811132532.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (8MB)
Abstract (Abstrak)
Perubahan penggunaan lahan dari sistem perkebunan tanaman kakao menjadi lahan tanaman jagung berpotensi mempengaruhi kualitas tanah. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan profil struktur komunitas makrofauna tanah (keanekaragaman, kemerataan, kelimpahan, dan dominasi makrofauna) serta mengidentifikasi keterkaitannya dengan faktor abiotik tanah pada lahan kakao dan lahan jagung hasil konversi di Desa Watang Ta, Kabupaten Bone. Metode. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-komparatif dengan penentuan titik sampel secara purposive sampling. Pengambilan sampel makrofauna mengintegrasikan metode pitfall trap dan monolith (hand sorting) pada 5 titik pengamatan di masing-masing lahan, disertai pengukuran parameter abiotik (suhu, pH, dan C-organik tanah). Hasil. Penelitian mencatat total 194 individu makrofauna dari 23 jenis, di mana lahan kakao memiliki kelimpahan total lebih tinggi (137 individu dari 21 jenis) dibandingkan lahan jagung (57 individu dari 10 jenis). Indeks keanekaragaman (H') pada kedua lahan tergolong sedang, namun lahan kakao secara kuantitatif lebih tinggi H' = 2,12 dibandingkan lahan jagung H' = 1,92. Indeks kemerataan (E) tergolong tinggi pada kedua lahan, kakao E = 0,72, jagung E = 0,83 dengan indeks dominasi (C) yang relatif rendah, kakao C = 0,195, jagung C = 0,198. Kelimpahan makrofauna endogeik (monolith) di lahan kakao mencatatkan 249,6 individu/m2, jauh melampaui lahan jagung 70,4 individu/m2. Sementara itu, lahan kakao memiliki suhu tanah 27°C dan rentang pH 5,3–6,9, sedangkan lahan jagung memiliki suhu tanah 29°C dengan rentang pH 4,5–7,0. Kesimpulan: Konversi lahan kakao menjadi jagung terbukti menekan populasi dan keanekaragaman jenis makrofauna tanah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Lahan Kakao, Lahan jagung, Makrofauna Tanah, Monolith, Pitfall Trap |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Agroteknologi |
| Depositing User: | Unnamed user with username pklpkl |
| Date Deposited: | 27 Oct 2026 00:58 |
| Last Modified: | 27 Oct 2026 00:58 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60443 |
