Analisis Perubahan Garis Pantai di Pulau Kodingareng Lompo Kecamatan Kepulauan Sangkarrang Kota Makassar


MAHDAR, MUHAMMAD (2026) Analisis Perubahan Garis Pantai di Pulau Kodingareng Lompo Kecamatan Kepulauan Sangkarrang Kota Makassar. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of L011191006-fullll.pdf] Text
L011191006-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki wilayah pesisir dan pulau kecil yang sangat luas dengan garis pantai yang memanjang serta bersifat dinamis, sehingga sangat rentan terhadap perubahan lingkungan pesisir. Perubahan tersebut muncul dalam bentuk abrasi dan akresi. Untuk memantau dinamika tersebut secara terukur, pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan teknologi penginderaan jauh menjadi pendekatan yang penting karena mampu menyajikan informasi spasial dan temporal secara lebih objektif. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mempelajari perubahan garis pantai di Pulau Kodingareng Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar. Metode. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2024 – Mei 2026 menggunakan data primer berupa pengukuran gelombang, arus, pasang surut, kemiringan pantai, kedalaman, dan sedimen, serta data sekunder berupa citra satelit Google Earth tahun 2014, 2018, dan 2024, data angin dan gelombang dari BMKG dan ECMWF. Pengolahan citra garis pantai dilakukan menggunakan metode Digital Shoreline Analysis System (DSAS) dengan pendekatan Net Shoreline Movement (NSM) dalam aplikasi ArcGIS. Hasil. Analisis DSAS periode 2014–2024 menunjukkan akresi (8.948,78 m2) sedikit lebih besar dibandingkan abrasi (7.294,22 m2), sehingga pulau cenderung mengalami pertumbuhan daratan bersih meskipun secara lokal masih terjadi abrasi di beberapa segmen. Nilai NSM memperlihatkan bahwa rata-rata akresi lebih besar (10,59 m) dibanding abrasi (7,33 m) sehingga garis pantai mengalami pergeseran maju (akresi). Kesimpulan. Garis pantai di Pulau Kodingareng Lompo mengalami dinamika abrasi dan akresi yang bervariasi secara spasial maupun temporal. Pola perubahan ini dipengaruhi oleh interaksi faktor hidro-oseanografi, morfologi pantai yang landai, karakteristik sedimen, serta angin dominan dari sektor tenggara yang menegaskan bahwa dinamika ini dikendalikan oleh transport sedimen antarsegmen.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Subjects: S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling
Divisions (Program Studi): Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan > Ilmu Kelautan
Depositing User: Unnamed user with username Masnah
Date Deposited: 27 Oct 2026 00:55
Last Modified: 27 Oct 2026 00:55
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/60440

Actions (login required)

View Item
View Item